BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 13:24 WIB

Tindakan Anarkis dan Dampaknya bagi Uya Kuya: Analisis Situasi Pasca Kerusuhan

Tindakan Anarkis dan Dampaknya bagi Uya Kuya: Analisis Situasi Pasca KerusuhanTindakan Anarkis dan Dampaknya bagi Uya Kuya: Analisis Situasi Pasca Kerusuhan

Uya Kuya, anggota DPR RI non-aktif, menunjukkan kondisi rumahnya yang hancur akibat tindakan massa dalam sebuah video di Instagram. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan rasa duka mendalam terhadap keluarga yang menjadi sasaran kerusuhan.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial

Uya yang didampingi oleh istrinya, Astrid Kuya, mengekspresikan emosinya saat memperlihatkan coretan ejekan yang memenuhi rumahnya. Kata-katanya, 'Silakan maki-maki saya, kalian mau fitnah apa pun, mau marah, tapi jangan hina keluarga saya,' menggambarkan perasaannya yang lebih dari sekadar kemarahan.

Kondisi Rumah Uya Kuya

Video yang diunggah Uya di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada rumah bergaya klasik yang ia bangun bersama putrinya, Cinta Kuya. Dalam video tersebut, Uya menjelaskan bahwa barang-barang berharga milik anak-anaknya hilang setelah kerusuhan yang terjadi pada Agustus lalu.

Ia menegaskan bahwa barang-barang yang hilang merupakan hasil kerja keras anak-anaknya, yang telah memperoleh pendapatan dari YouTube dan syuting TV. Uya menyatakan, 'Jadi yang kalian ambil itu hak anak-anak saya yang dari kecil,' menggarisbawahi dampak emosional dari kehilangan tersebut.

Reaksi Uya terhadap Situasi Keluarga

Dalam video tersebut, Uya terlihat melakukan video call dengan anak-anaknya yang tengah berada di luar negeri untuk kuliah. Ia berusaha menenangkan mereka dengan menunjukkan kondisi rumahnya yang berantakan dan menyatakan rasa sayangnya.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

'Kamu kuat ya, ini papa mau kasih lihat kamar kamu di rumah. Jangan nangis, barang-barang kamu hilang semua biarpun kamu beli pakai uang sendiri,' ujar Uya kepada anaknya. Reaksi ini menunjukkan kedalaman emosi dan urgensi untuk memberikan dukungan kepada keluarga di saat yang sulit.

Uya menggambarkan bahwa kesedihan ini bukan hanya miliknya, melainkan juga dirasakan oleh seluruh anggota keluarganya yang terkena dampak dari tindakan brutal tersebut.

Status dan Implikasi Hukum Uya Kuya

Usai insiden, Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) mengambil langkah untuk menonaktifkan Uya Kuya dari jabatannya sebagai anggota DPR. Namun, peraturan yang ada tidak mengenal istilah 'penonaktifan' secara spesifik menurut hukum.

Berdasarkan UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3, istilah yang lebih tepat adalah 'pemberhentian', yang dapat terjadi jika anggota dewan terlibat masalah hukum. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang konsekuensi yang lebih luas bagi anggota dewan lainnya.

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menegaskan bahwa anggota dewan yang dinyatakan nonaktif tidak akan menerima gaji dan fasilitas. Ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut memiliki dampak langsung tidak hanya bagi Uya, tetapi juga mencerminkan reaksi masyarakat terhadap elit politik.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tindakan Anarkis dan Dampaknya bagi Uya Kuya: Analisis Situasi Pasca Kerusuhan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!