BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 16:25 WIB

Kontroversi Boikot Netflix oleh Elon Musk: Dampak dan Sejarah

Kontroversi Boikot Netflix oleh Elon Musk: Dampak dan SejarahKontroversi Boikot Netflix oleh Elon Musk: Dampak dan Sejarah

Elon Musk baru-baru ini menarik perhatian dengan ajakan untuk melakukan boikot terhadap Netflix, menyusul serial animasi yang dinilai tidak pantas untuk anak-anak.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Miliarder pendiri Tesla ini berpendapat bahwa tayangan tersebut mempromosikan agenda LGBT, mengundang reaksi tajam dari publik dan pemangku kepentingan.

Kontroversi Boikot Netflix

Kampanye boikot ini berawal dari serial animasi 'Dead End: Paranormal Park', yang mengisahkan karakter utama Barney, seorang remaja transgender gay. Musk menyatakan kekhawatirannya mengingat rating TV-Y7 dari serial ini, yang ditujukan untuk anak-anak usia 7 tahun ke atas.

Sutradara 'Dead End', Hamish Steele, menarik perhatian Musk setelah menganggap Muhammad dalam konteks yang mengejek, dan Musk membagikan postingan dari akun konservatif yang menyerang tayangan tersebut. Sebagai reaksi, Musk mengajak pengikutnya untuk membatalkan langganan Netflix.

Aksi boikot ini memicu viralitas di media sosial X, dengan banyak pengguna melaporkan penghentian langganan mereka. Akibatnya, saham Netflix mengalami penurunan 2% pada tanggal 1 Oktober 2025.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui

Reed Hastings: Pendiri Netflix

Reed Hastings, sosok di balik kesuksesan Netflix, lahir pada 8 Oktober 1960 dan memiliki latar belakang beragam dalam bidang pendidikan dan teknologi. Ide pendirian Netflix muncul setelah ia mendapat denda $40 karena terlambat mengembalikan film ke Blockbuster.

Bersama dengan Marc Randolph, Hastings meluncurkan Netflix pada tahun 1997 sebagai layanan rental DVD via pos. Transformasi Netflix menjadi layanan streaming pada tahun 2007 mengubah lanskap hiburan, dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pelanggan global.

Dengan pendekatan inovatif, Hastings telah menjadikan Netflix sebagai salah satu raja dalam industri streaming, meskipun kini dihadapkan pada tantangan baru akibat kritik yang datang dari pengaruh publik seperti Musk.

Pengaruh Kontroversi Terhadap Netflix

Kampanye boikot yang dipicu oleh Musk bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Musk juga telah mengkritik konten Netflix secara langsung, menunjukkan potensi dampak dari pengaruhnya terhadap basis pelanggan platform tersebut.

Data awal menunjukkan penurunan pelanggan di Amerika Serikat akibat aksi boikot ini, meski Netflix masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam layanan streaming.

Kontroversi ini menggambarkan keterkaitan antara hiburan, politik, dan representasi dalam era digital. Walaupun kritik terhadap konten LGBTQ+ terus bermunculan, Reed Hastings tetap dikenal sebagai inovator di dunia hiburan.

Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kontroversi Boikot Netflix oleh Elon Musk: Dampak dan Sejarah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!