Penangkapan Kreator Konten Rizky Kabah Terkait Dugaan Penghinaan Suku Dayak
Polda Kalimantan Barat berhasil menangkap kreator konten Rizky Kabah pada Rabu malam (1/10) di Jakarta. Penangkapan ini dilakukan setelah Rizky dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan penghinaan terhadap Suku Dayak.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Kombes Bayu Suseno, Kabid Humas Polda Kalbar, mengonfirmasi bahwa Rizky langsung diterbangkan ke Pontianak untuk proses pemeriksaan. Kasus ini berawal dari laporan sejumlah organisasi masyarakat dan pemuda Dayak yang merasa tertekan oleh konten yang dipublikasikannya.
Rizky Kabah, yang merupakan kreator konten asal Pontianak, ditangkap di Jakarta Pusat oleh jajaran Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar. Penangkapan terjadi dengan upaya paksa, mengingat Rizky sebelumnya tidak memenuhi dua panggilan pemeriksaan dari pihak kepolisian.
Kasus ini mulai terungkap pada tanggal 9 September ketika beberapa organisasi masyarakat Dayak, dipimpin oleh Ketua Umum Mangkok Merah Kalimantan Barat, Iyen Bagago, melaporkan Rizky ke Polda Kalbar. Laporan tersebut berlandaskan konten yang mereka anggap menghina dan menyinggung suku Dayak secara langsung.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dalam konten yang menjadi kontroversi, Rizky menjelaskan tentang Rumah Radakng, rumah adat masyarakat Dayak, dengan pernyataan menyudutkan yang menuduh mereka berpraktik ilmu hitam. Dia menyatakan, "Dulu suku Dayak sangat menganut ilmu hitam, makanya di Kalimantan Barat terkenal dengan kesaktiannya suku Dayak sama ilmu hitam," yang mengundang reaksi keras dari masyarakat Dayak.
Iyen Bagago mewakili Organisasi Masyarakat Dayak menyatakan, "Masyarakat Dayak ini merasa terpukul, merasa dihina, dilecehkan dan diremehkan." Pernyataan ini mencerminkan seberapa mendalam dampak negatif yang ditimbulkan oleh konten tersebut terhadap komunitas yang bersangkutan.
Setelah penangkapan, Rizky segera diterbangkan ke Pontianak untuk melanjutkan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kombes Bayu menekankan bahwa informasi mengenai perkembangan penyidikan akan secara berkala disampaikan kepada publik.
Berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi kepemudaan Dayak, terus memberikan dukungan terhadapa proses hukum yang sedang berlangsung. Iyen Bagago menegaskan, "Kami sudah dimintai keterangan. Pertanyaannya banyak. Kami jawab apa yang kami ketahui saja. Kami sampaikan efek ke masyarakat terkait konten tersebut."
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: