BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 20:30 WIB

Viralitas Konten: Antara Euforia dan Beban Kreatif di Era Digital

Viralitas Konten: Antara Euforia dan Beban Kreatif di Era DigitalViralitas Konten: Antara Euforia dan Beban Kreatif di Era Digital

Founder Indozone Media, Ricky Silaen, berbicara tentang seluk-beluk konten viral dalam festival kreatif IdeaFest 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Ia menekankan perubahan kesenangan menjadi beban bagi para kreator dalam menghadapi tuntutan konten yang semakin tinggi.

Dari Konten Simpel Menjadi Viral

Ricky Silaen mengawali penjelasannya dengan menceritakan bagaimana konten viral sering kali muncul dari ide yang sederhana, tanpa perlu rencana yang rumit.

"Kalau ngomong viral semua itu berawal dari sebuah simpel konten. Ada sebuah pemikiran kreatif, ide yang tiba-tiba muncul malam-malam di pikiran, kita enggak punya strategi, enggak punya target, cuma mau bikin konten aja terus mulai upload," ujarnya.

Setelah diunggah, efek viral bisa sangat mengejutkan. "Kita posting, lalu kita tinggal tidur, besok pagi kita bangun tiba-tiba bom, kontennya meledak, ramai," tambahnya.

Dampak Viralitas Terhadap Pencipta Konten

Setelah konten menjadi viral, situasi untuk para kreator berubah drastis. Ponsel mereka dipenuhi dengan notifikasi dan perhatian dari berbagai pihak meningkat secara signifikan.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah

"Viral itu kalau menurut kita rasanya kayak euforia campur panik, tapi at the same time enggak ada yang bilang bahwa perasaan viral itu sama aja kayak kita harus minum dari selang pemadam kebakaran," ungkapnya.

Pertanyaan yang muncul setelahnya adalah tentang konten berikutnya yang perlu diciptakan, awal dari tekanan kreatif yang tidak terhindarkan.

Kreativitas Menjadi Tertekan Oleh Standar Konten

Ricky menyoroti perubahan peran pencipta konten di tengah kondisi ini. Dari semula storyteller, kini mereka terjebak dalam analisis algoritma dan kinerja konten.

"Di sini akhirnya kita berhenti jadi storyteller, kita berubah jadi ilmuwan algorithm, the algorithm whisperer," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pencipta konten kerap merasa tertekan untuk terus menghasilkan viewer yang tinggi, meski ini mungkin mengorbankan esensi dari kreativitas itu sendiri.

"Yes, viral bisa kasih kita banyak reach but, it takes away our soul, kita kehilangan soul kita," jelasnya, menggambarkan pentingnya menjaga jiwa kreatif di sekitar tuntutan yang semakin modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Viralitas Konten: Antara Euforia dan Beban Kreatif di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!