Penyamaran Pramugari Gadungan Berawal dari Kegagalan Seleksi
Kasus penyamaran seorang wanita bernama Khairun Nisa sebagai pramugari Batik Air terungkap di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Motifnya adalah untuk membahagiakan orang tua setelah ia gagal lulus seleksi sebagai pramugari.
Khairun Nisa, perempuan asal Palembang, memulai perjuangannya untuk menjadi pramugari pada Maret 2025 dan mendapatkan dukungan finansial dari orang tuanya.
Namun, setelah tidak lulus dalam seleksi, ia merasa perlu untuk menunjukkan kepada keluarganya bahwa ia telah berhasil dengan cara berpura-pura menjadi pramugari. "Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja," jelas Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru
Pada tanggal 6 Januari 2026, Khairun Nisa terbang dari Palembang menuju Jakarta, diantar oleh orang tuanya tanpa mengganti pakaiannya menjadi seragam pramugari.
Setelah kedatangannya di pesawat, crew pesawat mencurigai Nisa dan bertanya, 'Mbak diklat tahun berapa?' Pertanyaan tersebut membuatnya bingung dan mengungkapkan bahwa ia bukan pramugari.
Setelah identitas Khairun Nisa terungkap, cabin crew melaporkan insiden ini ke pihak Aviation Security (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta, dan ia dibawa ke Polres Bandara setibanya pesawat mendarat.
Ipda Septian menyatakan bahwa meskipun tindakan Nisa menjadi pelanggaran, tidak terdapat unsur pidana dalam kasus ini. Oleh karena itu, Nisa tidak ditahan, tetapi barang-barangnya dan pakaiannya diamankan. Pihak maskapai Batik Air tidak mengambil tindakan hukum terkait insiden tersebut.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: