Perjalanan Malam yang Menggugah: Makna Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, terjadi pada malam hari, menandakan betapa pentingnya waktu tersebut dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Waktu malam dipilih karena diyakini sebagai saat terbaik bagi umat beribadah, sebagaimana diungkapkan dalam Surat Al Isra.
Isra Miraj dipandang sebagai perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dalam Surat Al Isra ayat 1, Allah SWT berfirman, "Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā," menegaskan kesucian peristiwa ini.
Allah SWT memilih waktu malam sebagai indikasi bahwa malam adalah saat penuh berkah bagi umat-Nya. Hal ini membuka kesempatan bagi setiap hamba untuk lebih mendekat kepada Sang Pencipta melalui ibadah dan renungan.
Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus
Allah SWT telah menetapkan Masjidil Haram sebagai titik keberangkatan dan Masjidil Aqsa sebagai tujuan akhir perjalanan. Masjidil Aqsa, yang dihormati dalam Islam, menjadi saksi berbagai wahyu sepanjang sejarah, menambah signifikansi peristiwa ini.
Perjalanan ini tidak hanya penguatan bagi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menyaksikan kebesaran dan tanda-tanda Allah selama perjalanan. Hal ini diperkuat oleh pendapat banyak ulama bahwa Isra terjadi satu tahun sebelum hijrah.
Selama perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW menyaksikan berbagai keajaiban yang menguatkan keimanannya di tengah tantangan. Pengalaman ini menjadi sumber ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi penolakan masyarakat.
Seperti dinyatakan dalam Al-Qur'an, Allah Maha Mendengar dan Melihat, menggambarkan bahwa setiap tindakan hamba tidak terlepas dari pengawasan-Nya. Hubungan ini menjadi inti pesan bagi umat untuk selalu menyadari kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: