Gugatan Ressa Terhadap Denada: Mencari Pengakuan dan Keadilan
Ressa Rizky Rossan, seorang pemuda berusia 24 tahun dari Banyuwangi, mengajukan gugatan kepada penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan dengan tuduhan penelantaran anak dan pelanggaran hukum.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan
Dalam gugatan yang diajukan pada 28 November 2025, Ressa menuntut pengakuan sebagai anak kandung Denada serta ganti rugi sebesar Rp 7 miliar.
Gugatan yang diajukan oleh Ressa mencakup permintaan pengakuan sebagai anak Denada yang disertai dengan klaim penelantaran. Tim hukum Ressa, yang diketuai oleh Mohammad Firdaus Yuliantono, telah mengumpulkan bukti-bukti yang diharapkan dapat mendukung tuntutan tersebut.
Ressa menyebutkan bahwa dia merasa ditinggalkan dan berupaya untuk mendapatkan pengakuan resmi terkait identitasnya. Firdaus menegaskan, "Bukti sudah disiapkan," menandakan kesiapan mereka untuk menghadapi proses hukum yang akan datang.
Adanya persiapan bukti ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam penyelesaian kasus ini, mengingat implikasi hukum yang melibatkan individu yang terlibat.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Sebagai bagian dari proses hukum, pihak Ressa menyatakan kesediaan untuk menjalani tes DNA jika dibutuhkan. Firdaus menjelaskan, "Tes DNA sebuah keniscayaan jika perlu pembuktian," menunjukkan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mencari keadilan.
Apabila pengadilan mengharuskan, tim hukum Ressa akan mengajukan izin untuk pelaksanaan tes DNA guna memperkuat klaim yang diajukan. Kiranya ini akan menjadi salah satu kunci pembuktian dalam kasus yang membingungkan ini.
Firdaus juga menekankan perlunya Denada untuk memberikan bukti penyangkal yang dapat menghindarkan dirinya dari tanggung jawab hukum.
Menanggapi gugatan tersebut, manajemen Denada telah merilis pernyataan resmi yang menyoroti bahwa permasalahan ini merupakan isu pribadi dalam lingkup keluarga. Mereka mencermati betapa pentingnya privasi dalam urusan yang sensitif ini.
Manajemen Denada menyampaikan, "Kami sangat prihatin atas isu publik yang berkembang. Sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga setiap keluarga memiliki privasi dan ceritanya masing-masing." Kalimat ini menegaskan keinginan mereka untuk menyelesaikan isu dengan cara yang baik.
Mereka berharap agar semua pihak memberikan ruang dan ketenangan kepada Denada agar situasi ini dapat ditangani dengan baik tanpa tekanan dari publik.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: