Raffi Ahmad Berbagi Pengalaman Menegangkan setelah Insiden Helikopter di Bali
Raffi Ahmad mengalami situasi mencekam saat helikopter yang ditumpanginya oleng saat kunjungan kerja di Bali baru-baru ini.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Insiden ini disebabkan oleh cuaca buruk yang membuat helikopter hampir mendarat darurat di area persawahan.
Kejadian itu berlangsung ketika Raffi Ahmad berkunjung ke Bali bersama beberapa rekan, termasuk pengusaha Ajik. Ketegangan saat insiden dapat dilihat dari rekaman yang dibuat oleh manajernya, Prio, saat Raffi berupaya menenangkan penumpang lain.
Berdasarkan laporan, helikopter tersebut mengalami guncangan yang cukup signifikan akibat cuaca yang tidak mendukung, sehingga momen tersebut menjadi salah satu yang paling menegangkan dalam kunjungan kerja tersebut.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui
Dalam wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Raffi Ahmad mengungkapkan betapa pentingnya berdoa dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Ia menekankan, 'Ya, namanya juga hidup, jadi harus banyak-banyak berdoa. Memang cuaca juga tidak lagi menyebutkan. Yang paling penting jaga kesehatan semuanya, dan banyak-banyak berdoa.'
Ucapan Raffi menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, dia tetap berusaha untuk menjaga suasana positif di tengah situasi yang mengkhawatirkan.
Raffi menekankan bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan, yang menggarisbawahi pentingnya doa dan kehati-hatian saat menghadapi situasi sulit. Dalam pernyataan tersebut, ia menyatakan, 'Kalau saya sih orangnya ya sudahlah. Hidup mati kita kan di tangan Allah, ya. Yang penting kita banyak-banyak berdoa saja.'
Pernyataan ini mengingatkan kita untuk selalu waspada dan bersyukur, serta menempatkan kepercayaan pada kekuatan yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan hidup.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: