Tragedi di Balik Kepergian Lula Lahfah: Teriakan Kesakitan Sebelum Meninggal
Kepergian selebgram Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 di apartemennya mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga dan kerabat terdekat. Penemuan jenazahnya secara dadakan menimbulkan pertanyaan dan spekulasi luas di kalangan publik.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Polisi setempat mengungkapkan bahwa asisten rumah tangga mendengar teriakan kesakitan dari Lula sebelum tubuhnya ditemukan. Kejadian ini menciptakan urgensi untuk menyelidiki penyebab kematiannya.
Jenazah Lula Lahfah ditemukan oleh petugas keamanan di apartemen kawasan Dharmawangsa, Cipete Utara, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.00 WIB. Penemuan ini dilakukan setelah beberapa jam teriakan yang didengar oleh asisten rumah tangga.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa asisten rumah tangga melaporkan tidak berhasil menghubungi Lula setelah teriakan terdengar dari dalam kamar. "Setelah itu jam 9 atau jam 10 pagi bangun diketok-ketok kamar nggak dibuka," ujarnya.
Budi menyebut bahwa setelah upaya pengetokan tidak membuahkan hasil, asisten rumah tangga segera melaporkan kejadian ini kepada sekuriti apartemen. Tindakan ini diambil karena tidak ada yang bisa memastikan keadaan Lula.
Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan
Menurut Budi Hermanto, teriakan yang didengar mungkin berasal dari rasa sakit pasca operasi batu ginjal yang baru saja dijalani Lula. "Karena kan korban almarhum itu habis operasi batu ginjal ya," ungkapnya, menambahkan bahwa hal ini bisa jadi berkontribusi pada kondisinya.
Setelah penemuan jenazah, polisi menemukan obat-obatan hasil pemeriksaan medis di kamar Lula. Meski begitu, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan dan memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Budi juga menekankan bahwa pihaknya sedang memeriksa semua kemungkinan dan dokumentasi medis yang mungkin membantu mengungkap penyebab kematian.
Polisi terus mendalami keterangan yang ada, termasuk informasi mengenai dokumen konsultasi medis yang berkaitan dengan kondisi kesehatan Lula. Proses ini dianggap krusial untuk menemukan penjelasan atas tragedi tersebut.
"Belum, tapi yang jelas pemeriksaan luar dokter di rumah sakit Fatmawati tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," tegas Budi, menekankan bahwa upaya penyelidikan akan terus berlanjut.
Tindakan tambahan yang diperlukan akan diambil jika dibutuhkan, untuk mengungkap fakta di balik kepergian Lula dan menjawab pertanyaan publik.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: