Produksi Honda City Hatchback di Indonesia Resmi Dihentikan
PT Honda Prospect Motor (HPM) telah mengumumkan penghentian produksi Honda City Hatchback di Indonesia, mengakhiri perjalanan model ini di pasar otomotif tanah air.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Keputusan ini diambil sebagai reaksi terhadap penurunan permintaan pada segmen hatchback, yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir.
Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, menyampaikan bahwa keputusan untuk menghentikan produksi City Hatchback dipicu oleh rendahnya minat konsumen terhadap model tersebut.
Billy menjelaskan, 'City Hatchback itu kita sudah stop produksinya, tapi penjualan masih ada karena demand-nya memang hatchback sekarang kurang.' Meskipun jalur produksinya dihentikan, sisa unit masih bisa dibeli di dealer selama stok tersedia.
Dia menegaskan bahwa langkah ini tidak menjadi penutupan permanen untuk model City Hatchback, dengan evaluasi pasar yang tetap dilakukan untuk kemungkinan pemulihan di masa depan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi terakhir City Hatchback tercatat pada Maret 2025 dengan jumlah 120 unit.
Distribusi ke dealer terakhir kali terlihat pada Juli 2025 sebanyak 66 unit, sedangkan total wholesales sepanjang tahun tersebut mencapai 456 unit dan total produksi mencapai 400 unit.
Tren ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen, yang kini cenderung beralih ke model sport utility vehicle (SUV) daripada hatchback.
Dengan tidak adanya Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) untuk tahun 2026, model City Hatchback kini menghadapi masa depan yang tidak pasti, tergantung pada dinamika pasar yang dapat memengaruhi permintaan.
Pergeseran dari hatchback ke SUV mengindikasikan tren yang jelas, di mana konsumen lebih menyukai kendaraan dengan ukuran lebih besar dan fitur yang lebih banyak.
Yusak Billy menyatakan, 'Sekali lagi jangan bicara diskontinu total ya. Kita lihat perkembangan market seperti apa.' Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang terkait keadaan pasar terkini dan keinginan konsumen di Indonesia.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: