WhatsApp Memperkenalkan Akun Anak untuk Meningkatkan Keamanan Pengguna Muda
WhatsApp telah meluncurkan fitur baru berupa akun khusus untuk anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun yang dapat ditangani oleh orang tua.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua terhadap aktivitas anak di platform tersebut.
Fitur akun yang dapat dikelola orang tua dirancang untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada pesan dan panggilan.
Orang tua memiliki kendali penuh untuk memilih siapa yang dapat berkomunikasi dengan anak serta grup yang dapat diikuti.
WhatsApp menyatakan, 'Akun-akun ini dilengkapi dengan pengaturan default yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi bagi orang tua untuk membimbing pengalaman pesan pertama anak-anak pra-remaja.' Pernyataan ini menegaskan pentingnya privasi bagi anak-anak dalam konteks fitur baru ini.
Dengan fitur ini, WhatsApp berharap dapat mengatasi kekhawatiran orang tua mengenai keselamatan anak-anak dalam berkomunikasi secara daring.
Untuk mengaktifkan akun bagi anak, orang tua perlu mengunduh aplikasi WhatsApp di perangkat anak dan melaksanakan sejumlah langkah verifikasi.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Langkah pertama adalah memasukkan tanggal lahir anak untuk memastikan kelayakan usia mereka.
Setelah itu, orang tua harus melakukan penautan akun dengan memindai kode QR yang muncul di perangkat anak menggunakan kamera, memastikan bahwa akun tersebut dikelola oleh orang dewasa.
Selain itu, orang tua diwajibkan untuk membuat PIN yang hanya diketahui mereka guna mengakses dan mengubah pengaturan privasi akun anak.
Fitur ini memberikan kontrol lebih luas bagi orang tua dalam mengelola interaksi anak di WhatsApp, termasuk membatasi akses dan meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal.
WhatsApp memastikan bahwa semua percakapan tetap bersifat privat dengan perlindungan enkripsi end-to-end, dengan pernyataan, 'Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: