Taylor Swift, musisi terkenal asal Amerika Serikat, tengah menghadapi kontroversi terkait penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam promosi album terbarunya, 'The Life of a Showgirl'. Kritik tajam datang dari penggemar yang merasa promosi ini tidak memuaskan dan mengabaikan seniman sejati.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Dalam promosi tersebut, Swift meminta penggemarnya untuk mencari portal jingga di 12 kota di seluruh dunia dengan mengunggah video-video yang diduga dibuat oleh AI. Kejanggalan dalam video tersebut, seperti gambar yang tidak konsisten dan objek yang menghilang, memicu reaksi negatif dari komunitas penggemar.
Awal Mula Kontroversi
Segala kontroversi bermula ketika Taylor Swift meluncurkan kampanye promosi untuk album terbarunya, 'The Life of a Showgirl', yang melibatkan pencarian video-video pendek melalui media sosial. Dalam kampanye ini, ia mengajak penggemar untuk mencari pintu jingga yang tersebar di berbagai kota, termasuk Nashville, London, dan Barcelona.
Penggemar, yang dikenal sebagai Swifties, diminta untuk memindai kode QR untuk mengakses video-video promosi. Namun, apa yang dimaksudkan sebagai aktivitas menyenangkan berubah menjadi kekhawatiran ketika kualitas video tersebut ternyata tidak memenuhi harapan.
Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Tanggapan Penggemar dan Kritik
Sejumlah penggemar menyuarakan kekecewaannya di media sosial, menyoroti bahwa seharusnya Taylor Swift dapat memanfaatkan anggarannya untuk menyewa seniman digital alih-alih menggunakan AI. Video promosi tersebut telah menunjukkan kejanggalan yang khas dari teknologi AI, seperti tangan yang tidak berada pada posisi semestinya dan objek yang menghilang.
Ben Colman, CEO Reality Defender, menyatakan bahwa tampak 'sangat mungkin' bahwa beberapa klip ini dihasilkan oleh AI. Beliau menerangkan bahwa kesalahan dalam teks dan tampilan yang tidak masuk akal pada video menjadi indikasi nyata atas penggunaan teknologi tersebut.
Reaksi dan Pandangan Sejak Sebelumnya
Meskipun Taylor Swift belum memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan AI dalam promosi album ini, ia pernah mengungkapkan penolakannya terhadap konten yang dihasilkan AI. Tahun lalu, ia menekankan bahaya yang ditimbulkan oleh informasi yang menyesatkan yang dihasilkan melalui AI, terutama setelah terdapat rumor yang beredar tentang dukungannya kepada Donald Trump.
Alyssa Yung, seorang penggemar lama Swift, menegaskan bahwa Swift seharusnya lebih bertanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan. Ia menyoroti bahwa 'Taylor Swift telah menjadi advokat selama bertahun-tahun tentang kepemilikan karya seninya dan AI generatif menggunakan karya seni curian untuk membuat gambar atau videonya.'
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: