Di era di mana pamer harta di media sosial menjadi tren, banyak miliarder dunia memilih untuk menampilkan sikap sederhana. Mereka lebih mengutamakan privasi dan norma sosial ketimbang menunjukkan kekayaan di hadapan publik.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Sikap ini menimbulkan pertanyaan tentang motivasi di balik perilaku tersebut, bagaimana kesadaran moral dan nilai sosial mempengaruhi kebiasaan hidup orang-orang kaya.
Bentuk Tanggung Jawab Sosial
Sikap rendah hati di kalangan orang super kaya tidak tanpa alasan. Mereka banyak yang percaya bahwa tidak memamerkan kekayaan adalah bentuk tanggung jawab sosial yang menghormati orang lain.
Rachel Sherman, profesor sosiologi di New School for Social Research, dalam bukunya 'Uneasy Street: The Anxieties of Affluence' mencatat bahwa banyak respondennya memilih untuk berbelanja dengan hemat.
Sherman mengungkapkan, 'Kebiasaan hemat adalah salah satu cara kita menilai apakah orang kaya itu baik secara moral atau buruk secara moral.' Hal ini menggambarkan bagaimana kesadaran akan privilege yang mereka miliki mempengaruhi interaksi mereka dengan masyarakat.
Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan
Contoh Praktis dari Tokoh Kaya
Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, menjadi contoh nyata dari gaya hidup frugal di kalangan miliarder. Meskipun terkenal sebagai salah satu orang terkaya, Buffett tetap tinggal di rumah sederhana di Omaha selama lebih dari enam dekade.
Buffett lebih memilih mobil dengan harga terjangkau daripada koleksi mobil mahal. Ia mengatakan, 'Sebenarnya, saya hanya berkendara sekitar 3.500 mil setahun, jadi saya akan sangat jarang membeli mobil baru.'
Di Indonesia, Michael Bambang Hartono juga dikenal karena kesederhanaannya. Hartono lebih memilih makanan tradisional dan mengemudikan mobil yang tidak mencolok, seperti Hiace Ventury.
Keselarasan antara Kekayaan dan Kesederhanaan
Meskipun banyak miliarder yang tidak memamerkan kekayaan, gaya hidup mereka tetap melebihi yang biasa. Pembelanjaan untuk pendidikan anak, kesehatan, dan liburan tetap berada di atas rata-rata.
Sebagian besar dari mereka memilih untuk tidak menjadikan kebiasaan konsumsi tersebut publik. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kesadaran tinggi akan tanggung jawab sosial, serta pandangan yang lebih bijak terhadap kekayaan.
Sikap rendah hati dari para miliarder ini menunjukkan nilai yang bisa dicontoh oleh masyarakat luas. Mereka tak hanya kaya, tetapi juga mengelola dan menampilkan sikap yang lebih arif.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: