Kepala patung Soekarno di Alun-alun Indramayu mengalami kerusakan serius setelah tertimpa tenda akibat angin puting beliung. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memastikan bahwa patung yang menjadi simbol nasional ini akan segera diperbaiki dan telah dicopot dari posisinya.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Insiden tersebut terjadi pada acara pelantikan PPPK Paruh Waktu, di mana tenda yang bertahan dalam kondisi angin kencang jatuh menimpa patung dan menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian leher patung.
Insiden Tertimpa Tenda
Kepala patung Soekarno yang berdiri di Alun-alun Indramayu menjadi sorotan setelah video insiden tersebut viral di media sosial. Tenda yang dipakai dalam acara pelantikan PPPK Paruh Waktu jatuh menimpa patung tersebut, mengakibatkan posisinya menjadi miring.
Bupati Lucky Hakim menjelaskan bahwa insiden ini disebabkan oleh angin puting beliung yang tiba-tiba melanda area tersebut. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, "Patungnya ketiban tenda. Kemarin itu ada acara pelantikan PPPK Paruh Waktu. Di Indramayu saat ini banyak angin puting beliung, sepertinya (tenda) itu kena angin."
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Keputusan untuk Memperbaiki
Kerusakan pada patung Soekarno cukup serius, terutama di bagian leher yang terlihat tidak pantas. Sebelum mengambil keputusan untuk perbaikan, pihak pemerintah daerah sempat menutup patung agar tidak terlihat oleh publik.
Lucky Hakim mengonfirmasi bahwa keputusan diambil untuk mencopot patung Soekarno dan patung Mohammad Hatta yang berada di sebelahnya. Ia mengatakan, "Patungnya dua-duanya dicopot dulu untuk dibenerin," menandakan niat kuat untuk memulihkannya.
Respon Publik Terhadap Insiden
Insiden yang menimpa patung Soekarno telah menarik perhatian masyarakat luas, mengingat kedudukan Soekarno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia. Publik semakin berharap agar perbaikan dilakukan dengan segera guna mengembalikan citra simbol nasional ini.
Langkah perbaikan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik patung, tetapi juga menjaga makna sejarah yang terkait dengan sosok Soekarno dan Mohammad Hatta di mata masyarakat, yang tetap relevan hingga saat ini.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: