Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 14:26 WIB

Bali Menjadi Magnet Wisata dengan Kunjungan 20.000 Turis Internasional Per Hari

Author

Bali Menjadi Magnet Wisata dengan Kunjungan 20.000 Turis Internasional Per Hari

Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Bali selama libur akhir tahun 2025 mencapai 20.000 orang per hari, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Ia optimis bahwa angka ini akan terus meningkat seiring dengan datangnya tahun baru, memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di daerah tersebut.

Peningkatan Kunjungan Wisatawan ke Bali

Data terbaru menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada bulan Oktober 2025 mencapai 594.853 kunjungan. Selain itu, wisatawan nusantara juga mencatat angka yang signifikan dengan total 2.147.680 kunjungan pada bulan yang sama.

Wayan menjelaskan bahwa 'high season' kunjungan terjadi dari bulan Juni sampai September 2025, di mana rata-rata kunjungan mencapai 20.000 orang per hari. Namun, setelah periode tersebut, jumlah kunjungan mengalami penurunan hingga pertengahan Desember, yang merupakan 'low season'.

Meski demikian, Wayan yakin bahwa peningkatan kunjungan akan kembali terlihat menjelang akhir Desember, mengikuti pola tahunan yang ada.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Faktor Penyebab Penurunan Kunjungan

Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (ASITA) Bali, I Putu Winastra, mengakui terdapat penurunan kunjungan saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak wisatawan Eropa Barat memilih berkumpul dengan keluarga selama Natal dan Tahun Baru sebagai salah satu faktor utama.

Putu juga mengungkapkan bahwa pemberitaan negatif tentang Bali di media sosial memengaruhi persepsi wisatawan. 'Saya juga melihat bahwa pemberitaan terhadap Bali sebagai destinasi sangat masif sekali di media sosial,' ujarnya.

Ia menambahkan bahwa isu-isu seperti banjir, sampah, dan kemacetan dapat mengubah pandangan wisatawan, menjadikan negara lain sebagai pilihan yang lebih aman. Penting untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai Bali sebagai destinasi wisata yang beragam.

Konektivitas dan Aksesibilitas

Putu mengemukakan bahwa konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan wisatawan. 'Ketika dari Eropa ke Bali ini harganya jauh lebih mahal daripada ke Vietnam, misalnya, orang pasti akan memilih Vietnam,' ujarnya.

Harga tiket pesawat juga menjadi perhatian, karena mahalnya biaya perjalanan ke Bali dari wilayah Indonesia bagian timur mengurangi daya tarik pulau ini.

Tingkat keberterimaan wisatawan kini cenderung lebih tinggi terhadap tujuan wisata yang lebih dekat dan mudah dijangkau, seperti Yogyakarta yang dapat diakses menggunakan kereta api atau mobil.

Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU