Presiden Korsel Lee Jae Myung Rayakan Kunjungan Strategis ke Beijing Bersama Xi Jinping
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengunjungi Beijing pada 6 Januari 2026 dan mengambil swafoto bersama Presiden China Xi Jinping menggunakan ponsel Xiaomi yang merupakan hadiah dari Xi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Momen tersebut menggambarkan pentingnya hubungan diplomatik antara Seoul dan Beijing di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.
Momen Bersejarah dalam Kunjungan Resmi
Selama kunjungan resminya, Lee Jae Myung menggunakan ponsel Xiaomi untuk mengambil foto bersama Xi Jinping dan istri keduanya. 'Sebuah swafoto bersama Presiden Xi Jinping dan istrinya, diambil menggunakan ponsel Xiaomi yang saya terima sebagai hadiah di Gyeongju,' tulis Lee di media sosial.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan pun mengunggah video singkat di YouTube yang merekam momen pengambilan foto tersebut. Dalam video itu, Xi Jinping terlihat memuji kemampuan Lee dalam mengambil gambar, sementara Lee mengungkapkan kekhawatiran mengenai keamanan ponsel yang digunakannya.
Perkembangan Hubungan Diplomatik
Pertemuan bilateral antara Lee dan Xi berlangsung selama 90 menit, di mana Xi mendorong Lee untuk mengambil langkah strategis bersama China. Dia menekankan bahwa dunia kini semakin kompleks dan membutuhkan tindakan tepat dari masing-masing negara.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Lee Jae Myung, yang menjabat sebagai presiden sejak Juni 2025, berupaya memperbaiki hubungan yang sempat membeku antara Seoul dan Beijing, mengakui bahwa pemulihan hubungan tersebut adalah tren zaman yang tidak bisa dihindari.
Momen ini muncul setelah peristiwa geopolitik yang melibatkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang menarik perhatian dunia. Lee berharap dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dan kerjasama strategis dengan China ke depan.
Agenda Diplomatik Berlanjut
Pada 7 Januari 2026, Lee Jae Myung melanjutkan agenda diplomatiknya dengan bertemu Perdana Menteri China Li Qiang di Beijing. Pertemuan ini menekankan pentingnya hubungan kedua negara dalam perumusan kebijakan ekonomi.
Lee menegaskan bahwa hubungan yang membaik antara Korea Selatan dan China merupakan langkah positif di tengah dinamika geopolitik saat ini. Setelah pertemuan tersebut, Lee juga melanjutkan kunjungan ke Shanghai, yang merupakan salah satu pusat ekonomi utama di China.
Kunjungan ini mencerminkan tekad Lee untuk menata ulang hubungan luar negeri Korea Selatan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: