Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:21 WIB

Marc Marquez: Pilihan Berbeda Untuk Generasi Selanjutnya

Author

Marc Marquez: Pilihan Berbeda Untuk Generasi Selanjutnya

Pebalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez, menyampaikan sikap tegasnya terkait niat mewariskan legacy balapan kepada anaknya. Ia menegaskan bahwa ia lebih memilih sang anak menjelajahi cabang olahraga lain ketimbang mengikuti jejaknya.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Refleksi atas pengalaman pribadi dan tekanan yang dialami di lingkungan balap menjadi latar belakang pandangannya. Pengalaman ini mencakup perjalanan adiknya, Alex Marquez, yang kerap dibandingkan dengannya.

Kenapa Marc Marquez Ingin Melindungi Anaknya

Dalam wawancara yang dilakukan dengan La Sexta, Marquez menjelaskan keputusan tersebut dengan tegas. "Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia," ujarnya, menekankan pentingnya perlindungan bagi anak dari tekanan masyarakat.

Selain itu, Marquez mengungkapkan kekhawatirannya jika anaknya akan dibayangi namanya, mirip seperti yang dialami oleh Alex. "Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez)," tambahnya, merujuk pada stigma ketenaran yang mungkin dialami anaknya.

Ia juga mencatat bahwa meskipun ada keuntungan finansial dari menjadi anak seorang pebalap terkenal, itu tidak berarti anaknya akan memiliki motivasi yang sama. "Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama," jelasnya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Legasi Keluarga dan Dampak Reputasi

Prestasi dalam keluarga bukanlah hal baru di dunia MotoGP, dengan contoh sukses seperti Kenny Roberts dan putranya. Kenny Roberts meraih tiga gelar juara dunia, sementara Kenny Roberts Jr menyusul dengan satu gelar pada tahun 2000.

Namun, Marc merasa bahwa ketenaran yang dimilikinya justru tidak menguntungkan bagi anaknya. Ketika ditanya tentang kemungkinan anaknya berkarir di MotoGP, ia dengan tegas menyatakan, "Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin."

Marquez berharap anaknya dapat menemukan kebahagiaan dalam olahraga lain. Ia mendukung penuh jika anaknya menjelajahi disiplin lain yang lebih sesuai dengan keinginan dan bakatnya.

Budaya Olahraga di Spanyol dan Alternatif Lain

Budaya olahraga di Spanyol memiliki dinamikanya tersendiri, dengan tempat khusus untuk sepak bola dan tenis. Sebagai penggemar FC Barcelona dan pengagum Rafael Nadal, Marquez merasakan dampak budaya ini dalam hidup sehari-harinya.

Ia menunjukkan ketertarikan pada olahraga bulu tangkis, bahkan berlatih dengan Carolina Marin, juara dunia dalam cabang tersebut. Dari pengalaman ini, Marquez melihat banyak pilihan olahraga yang dapat dipilih anaknya.

"Kalian masih punya waktu untuk beralih ke olahraga lain," ungkap Marin di jejaring sosial, mengekspresikan dukungannya terhadap keputusan Marquez.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU