Kamis, 15 JANUARI 2026 • 13:24 WIB

AS Sementara Hentikan Proses Visa Imigran dari 75 Negara yang Berpotensi Eksploitasi Kesejahteraan

Author

AS Sementara Hentikan Proses Visa Imigran dari 75 Negara yang Berpotensi Eksploitasi Kesejahteraan

Amerika Serikat telah mengumumkan penangguhan sementara untuk proses visa imigran dari 75 negara, termasuk Kamboja dan Thailand yang dekat dengan Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sistem kesejahteraan di AS tidak dieksploitasi oleh pemohon visa.

Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik

Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Juru Bicara Utama Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, yang menjelaskan bahwa peninjauan prosedur pemrosesan visa bertujuan untuk menangkal potensi penyalahgunaan tunjangan kesejahteraan.

Detail Penangguhan Proses Visa

Penangguhan proses visa ini akan mulai berlaku pada 21 Januari. Ini memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk meninjau kembali prosedur pemrosesan imigrasi yang ada.

Negara-negara yang terkena dampak tidak hanya mencakup Kamboja dan Thailand, tetapi juga Afghanistan dan Myanmar. Hal ini mengakibatkan hambatan signifikan terhadap imigrasi legal dari berbagai negara menuju AS.

Tommy Pigott menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memastikan bahwa pemohon visa tidak berpotensi menggunakan tunjangan kesejahteraan di Amerika. Peninjauan ini dianggap perlu untuk memperkuat sistem imigrasi yang ada.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat

Konteks Politik dan Implikasi

Keputusan ini muncul di tengah perhatian publik menjelang Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028 yang akan diselenggarakan di AS. Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari pendekatan tegas terhadap imigrasi yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini.

Sejak menjabat, pemerintahan Donald Trump aset kebijakan anti-imigrasi ini, baik untuk imigrasi resmi maupun ilegal. Hal ini telah memicu banyak diskusi dan kritik dari berbagai kalangan mengenai dampaknya terhadap imigrasi.

Peningkatan pengawasan terhadap pemohon visa dan rutin pencabutan visa menjadi bagian dari kebijakan ini. Ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap hubungan diplomatik dan sosial dengan negara-negara lain.

Reaksi Terhadap Kebijakan Ini

David Bier, Direktur Studi Imigrasi dari Cato Institute, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai kebijakan ini, menyatakan bahwa 'Pemerintahan ini telah membuktikan mereka punya agenda anti-imigrasi legal yang paling buruk dalam sejarah Amerika.'

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini berpotensi melarang hampir setengah dari imigran legal dan dapat menolak sekitar 315.000 imigran sah dalam setahun. Angka ini menunjukkan potensi dampak besar terhadap imigrasi yang sah.

Sejak awal pemerintahan Trump, lebih dari 100.000 visa telah dicabut. Proses pemberian visa juga telah mengalami perubahan dengan pengetatan penyaringan, termasuk pemeriksaan media sosial untuk pemohon.

Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU