Kontroversi di Balik Konten Giveaway Willie Salim: Pengakuan Mantan Talent Mengungkap Kebenaran
Keramaian seputar konten giveaway yang diproduksi oleh kreator Willie Salim tengah menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi. Seorang mantan talent bernama Risky mengklaim bahwa momen dalam video giveaway tersebut adalah hasil pengaturan, bukan kebetulan semata.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Pengakuan Mantan Talent
Risky, yang mengaku pernah terlibat dalam pembuatan konten giveaway Willie Salim, berbagi cerita bahwa pertemuannya dengan Willie telah diatur sebelumnya. "Menurut saya settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia. (Perjanjian) saya sama pihak orang yang kerja di Willie," ungkapnya.
Ia menceritakan bagaimana asisten Willie menghubunginya dan menawarkan peran sebagai pengemudi ojek online yang menunggu pesanan. Dalam skenario yang telah dirancang, ia diminta untuk berpura-pura berinteraksi dengan Willie, seolah terjadi pertemuan yang tidak disengaja.
Skenario dan Pelaksanaan
Risky menjelaskan rincian proses pengambilan gambar, di mana ia diinstruksikan untuk mencari pohon pisang di sekitar lokasi. Segala sesuatu dinyatakan telah dikoordinasikan dengan pemilik kebun agar pencarian berjalan lancar.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu
"Caranya duduk di motor diam, Kak Willie nyamperin. Seolah lu lagi narik disamperin sama Willie. Seolah-olah ketemu mendadak," kata Risky menjelaskan cara adegan difilmkan.
Setelah menemukan pohon pisang, Risky mendapatkan uang Rp 2 juta di depan kamera. Namun, anehnya, ia harus mengembalikan uang tersebut setelah pengambilan gambar selesai.
Tanggapan Willie Salim
Menanggapi isu yang viral ini, Willie Salim memberikan klarifikasi melalui Instagram Story-nya. Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk menipu atau merugikan siapapun lewat konten yang dibuatnya.
"Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin," tulis Willie dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan mengenai konsep storytelling, dramatization, dan re-enactment yang kerap digunakan dalam dunia konten digital. Ini menunjukkan bahwa tidak semua yang ditayangkan di media sosial merupakan kejadian nyata.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: