Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:51 WIB

Kelahiran Putri Pertama Pangeran Brunei Dirayakan dengan Tradisi Meriah

Author

Kelahiran Putri Pertama Pangeran Brunei Dirayakan dengan Tradisi Meriah

Pangeran Abdul Mateen Hassanal Bolkiah dari Brunei dan Putri Anisha Rosnah Adam baru saja mengumumkan kelahiran anak pertama mereka, seorang putri.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru

Pengumuman tersebut dimeriahkan oleh tembakan 17 meriam dari halaman Istana Nurul Iman pada hari Minggu, 8 Februari 2026.

Meriahkan Kelahiran di Istana Nurul Iman

Pangeran Abdul Mateen dan Putri Anisha menggelar perayaan penuh kemeriahan untuk mengumumkan kelahiran putri mereka. Tembakan meriam sebagai bagian dari tradisi kerajaan Brunei dilakukan untuk menandai sukacita ini.

Sebanyak 17 meriam ditembakkan dari halaman Istana Nurul Iman, sebagai simbol kegembiraan atas hadirnya anggota baru dalam keluarga kerajaan. Ini adalah praktik yang telah berlanjut turun temurun di Brunei.

Buah hati pasangan ini menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga kerajaan, menciptakan momen berharga dalam sejarah mereka.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Mendukung Performa Latihan

Rasa Syukur Pangeran Mateen

Dalam pesan yang diunggah di media sosial, Pangeran Mateen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim medis di JPMC yang telah memberikan perawatan selama proses kelahiran. Ia menyatakan, "Anisha dan saya sangat berterima kasih kepada tim luar biasa di JPMC atas perawatan dan dukungan yang begitu istimewa, serta berterima kasih kepada semua orang atas doa dan ucapan baik yang diberikan."

Ucapan terima kasih ini menyoroti pentingnya dukungan profesional saat menghadapi momen-momen berharga dalam kehidupan keluarga, terutama dalam kerajaan.

Hal ini juga menunjukkan kedekatan Pangeran Mateen dengan masyarakat serta pengakuan terhadap upaya tim medis dalam memberikan pelayanan terbaik.

Kedudukan Putri dalam Garis Suksesi

Meskipun kelahiran putri ini disambut dengan antusias, perlu dicatat bahwa bayi mereka tidak termasuk dalam garis suksesi takhta Brunei. Berdasarkan Proklamasi Suksesi dan Regency tahun 1959, hanya anak laki-laki yang berhak atas tahta.

Aturan pewarisan ini membangkitkan perhatian masyarakat Brunei, mengingat posisi Pangeran Abdul Mateen sebagai putra Sultan Hassanal Bolkiah. Ini merupakan isu sensitif yang banyak dibahas di kalangan warga.

Kelahiran putri ini tetap menjadi momen yang berharga dengan harapan untuk masa depan kerajaan, meski dengan batasan garis suksesi yang ada.

Baca juga: Film KPop Demon Hunters Raih Kesuksesan di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU