Lampion menjadi simbol penting dalam Perayaan Tahun Baru Tionghoa, melambangkan harapan dan keberuntungan yang menghiasi langit malam.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Tradisi ini bukan sekadar dekorasi, tetapi juga merupakan ungkapan budaya yang telah diwariskan selama ribuan tahun.
Asal Usul Tradisi Lampion
Tradisi lampion berawal pada masa Dinasti Tang, di mana lampion melambangkan kedamaian dan harmoni dalam masyarakat.
Awalnya, lampion digunakan dalam ritual keagamaan, sebelum akhirnya menjadi bagian penting dalam menyambut Tahun Baru.
Ketika Tahun Baru Tionghoa tiba, lampion angkasa menghiasi jalanan, rumah, dan kuil, tidak hanya untuk estetika tetapi juga dengan tujuan spiritual.
Keberadaan lampion dipercaya dapat mengusir roh jahat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Makna Lampion dalam Budaya Tionghoa
Setiap warna dan bentuk lampion memiliki arti tersendiri dalam budaya Tionghoa, dengan lampion merah sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Lampion kuning, di sisi lain, melambangkan kekayaan dan kemakmuran, menunjukkan harapan yang beragam dalam setiap penyambutan tahun baru.
Tradisi menggantung lampion merah di pintu masuk rumah menggambarkan semangat positif yang diharapkan akan datang bersamaan dengan tahun baru.
Lampion menjadi simbol harapan yang tidak hanya bagi pemilik rumah, tetapi bagi seluruh anggota keluarga untuk menghadapi tahun yang baru.
Perayaan Lampion di Indonesia
Di Indonesia, perayaan lampion dirayakan dengan penuh antusias, terutama di kalangan komunitas Tionghoa yang tersebar di berbagai wilayah.
Acara ini sering kali disertai festival yang memamerkan tarian dan musik tradisional, menggambarkan kekayaan budaya lokal yang bersinergi dengan adat Tionghoa.
Pengunjung dapat menikmati indahnya lampion yang dipamerkan, menciptakan suasana magis yang menambah kemeriahan perayaan.
Perayaan ini mencerminkan bagaimana tradisi Tionghoa dapat terintegrasi dalam masyarakat Indonesia, menjadikan lampion sebagai jembatan antara budaya yang berbeda.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: