Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 13:46 WIB

Makna dan Tradisi di Balik Perayaan Imlek Selama 15 Hari

Author

Makna dan Tradisi di Balik Perayaan Imlek Selama 15 Hari

Imlek, yang dikenal sebagai Tahun Baru China, dirayakan selama 15 hari dengan berbagai tradisi yang mendalam. Setiap hari dalam rangkaian perayaan ini memiliki makna dan simbol yang beragam, mencerminkan harapan dan kebersamaan masyarakat Tionghoa.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial

Banyak orang yang merayakan Imlek, namun tidak semua memahami alasan di balik lamanya perayaan tersebut. Artikel ini akan menyelami setiap tahapan perayaan dan arti pentingnya bagi komunitas tersebut.

Hari Pertama: Tahun Baru

Di hari pertama Imlek, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk merayakan kedatangan tahun baru. Kegiatan perayaan biasanya diawali dengan sarapan bersama, di mana hidangan khas seperti dumpling disajikan.

Tradisi ini dipenuhi dengan kebahagiaan dan harapan, diwarnai ritual membersihkan rumah serta menghiasnya dengan warna merah yang melambangkan keberuntungan. Hal ini menunjukkan pentingnya keluarga dalam perayaan Imlek.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui

Hari Ke-7: Hari Manusia

Hari ketujuh dikenal sebagai 'Hari Manusia', di mana setiap individu dianggap bertambah usia satu tahun lagi. Ini merupakan momen untuk merayakan eksistensi manusia dan menjalin hubungan antar anggota masyarakat.

Hidangan pada hari ini biasanya meliputi couscous dan berbagai sajian berbasis nasi. Keluarga sering kali merayakannya dengan kegiatan sosial di lingkungan, menunjukkan rasa kebersamaan dalam komunitas.

Hari Ke-15: Cap Go Meh

Cap Go Meh, sebagai penutup rangkaian perayaan Imlek, juga dikenal sebagai Festival Lampion. Pada hari ini, masyarakat terlibat dalam pawai lampion yang berwarna-warni, menciptakan suasana yang ceria dan penuh harapan.

Tradisi diakhiri dengan pawai dan doa bersama untuk kesehatan serta kebahagiaan di tahun baru yang akan datang. Pada momen ini, para remaja seringkali mencari jodoh, menjadikannya sebagai waktu yang spesial dalam budaya mereka.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU