Jumat, 13 MARET 2026 • 14:13 WIB

Jakarta Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran 2026

Author

Jakarta Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran 2026

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan sekitar 4 juta warga tetap berada di Jakarta saat Lebaran 2026, memilih tidak mudik ke kampung halaman. Sementara itu, sekitar 6,6 juta warga diprediksi akan melakukan perjalanan untuk mudik keluar kota.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Kepala Dinas Perhubungan, Yayat Sudrajat, menyatakan bahwa lonjakan pengunjung akan terjadi di berbagai tempat wisata dan pusat perbelanjaan lokal. Destinasi populer seperti Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan diprediksi akan mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan.

Perkiraan Jumlah Warga yang Mudik dan Tidak Mudik

Yayat Sudrajat, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa jumlah warga yang melakukan mudik kemungkinan akan mencapai 6.653.749 orang. Disisi lain, hampir 4 juta warga akan tetap berada di Jakarta tidak melakukan perjalanan ke luar kota.

Dengan demikian, banyak warga yang memilih untuk menikmati waktu libur mereka di Jakarta dan berpotensi mengunjungi berbagai destinasi wisata yang tersedia. Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan diharapkan akan menjadi favorit di kalangan pengunjung lokal.

Selain itu, destinasi wisata lain seperti Taman Mini Indonesia Indah, Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Monumen Nasional, dan Kawasan PIK juga diperkirakan akan ramai dengan kunjungan. Yayat menjelaskan bahwa popularitas tempat-tempat ini sudah mengundang ratusan ribu pengunjung pada hari biasa.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Pengaturan Lalu Lintas untuk Mengantisipasi Keramaian

Dalam menghadapi proyeksi arus pengunjung yang meningkat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem 'contra flow' dan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor plat dengan metode ganjil-genap di area wisata.

Yayat menunjukkan kekhawatiran akan inflasi pengunjung dengan mengatakan, 'Selain kami mempersiapkan orang yang mudik, ada kurang lebih 4 juta yang tidak mudik, maka potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, kita prediksi akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan.'

Keberadaan 2.082 personel dan sarana pendukung seperti mobil patroli dan traffic cone juga telah disiapkan untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran 2026. Ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Prediksi Arus Mudik dan Balik

Menurut PT Jasa Marga, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, yang merupakan H-3 Lebaran, diikuti arus balik yang diperkirakan terjadi pada 23 Maret 2026, atau H+3 Lebaran. Ini adalah waktu yang krusial bagi kemacetan lalu lintas di semua titik keluar Jakarta.

Yayat menjelaskan, 'Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11, kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan.' Sementara itu, arus yang masuk Jakarta diperkirakan mencapai 3.540.379 kendaraan dari H-10 hingga H+10.

Kondisi lalu lintas akan memerlukan perhatian khusus, terutama di area-area dengan potensi tinggi mendapatkan pengunjung dari jalur mudik. Ada dorongan kuat untuk membuat pengalaman wisatawan dan warga lokal di Jakarta tetap positif selama Lebaran.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU