Saham HYBE mengalami penurunan yang signifikan sebesar 16,13 persen pada Senin, 23 Maret 2023, setelah pertunjukan comeback boy band BTS yang dinantikan banyak pihak pada 21 Maret 2023.
Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Penurunan harga saham ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan HYBE dalam menarik jumlah penonton sesuai harapan, meskipun konser tersebut telah dinanti selama hampir empat tahun.
Kesalahan Perkiraan Jumlah Penonton
Konser bertajuk BTS Comeback Live: Arirang di Gwanghwamun Square diperkirakan dapat menarik hingga 260 ribu penonton, namun hanya sekitar 40.000 orang yang hadir, menurut laporan resmi pemerintah.
HYBE sendiri mengklaim bahwa jumlah penonton mencapai 104.000, tetapi perbedaan yang signifikan ini menimbulkan keraguan di kalangan investor dan analis.
'Kami tidak berharap jumlah penonton turun drastis seperti ini,' ungkap seorang analis pasar keuangan, menyoroti dampak negatif pada ekspektasi pendapatan dari konser.
Ketidaksesuaian antara estimasi dan kenyataan ini dapat berdampak pada citra dan popularitas grup, yang telah lama tidak tampil di depan publik.
Persiapan Keamanan yang Masif
Pihak berwenang mengerahkan sekitar 6.700 petugas keamanan untuk memastikan kelancaran acara, jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan festival sejenis yang biasanya hanya mengerahkan sekitar 3.000 petugas.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Persiapan tersebut termasuk hadirnya 72 unit mobil polisi dan 35 tim detektif, yang diharapkan dapat menjaga keamanan di lokasi konser.
Dengan melibatkan 3.400 personel keamanan tambahan dari berbagai instansi dan 4.800 staf dari HYBE, upaya ini menunjukkan perhatian serius terhadap keamanan, meskipun hasilnya tetap menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi pengelolaan acara.
Kritikan muncul mengenai penggunaan anggaran untuk persiapan yang tampaknya berlebihan dan tidak proporsional dengan hasil.
Skenario Transportasi dan Logistik
Beberapa jalan utama di kawasan Gwanghwamun ditutup untuk kendaraan sebagai langkah preventif terhadap kerumunan yang diharapkan akan terjadi saat konser berlangsung.
Kereta juga tidak berhenti di beberapa stasiun terdekat selama periode konser, dengan semua pintu masuk diblokir untuk menjaga ketertiban umum.
Namun, meski langkah-langkah ini diambil, kenyataannya hanya sekitar 42 ribu orang yang hadir, menggambarkan ketidakselarasan antara rencana dan realita di lapangan.
Perencanaan yang kurang optimal dalam hal transportasi dan logistik ini berkontribusi pada ketidaknyamanan bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam acara tersebut.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: