Film horor Indonesia terus berkembang dengan hadirnya 'Songko', yang menawarkan suatu pendekatan baru dalam genre ini.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 23 April 2026, 'Songko' menghadirkan kedalaman cerita yang kaya dengan latar budaya.
Mengangkat Legenda Masyarakat Minahasa
'Songko' terinspirasi dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi contoh nyata adaptasi cerita lokal dalam medium film.
Staf produksi melakukan riset budaya dan pemilihan lokasi secara teliti guna mempertahankan keaslian cerita.
Film ini berupaya menyuguhkan pengalaman sinematik yang mendalam, menekankan pentingnya narasi yang kuat dan emosi berlapis.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Pendekatan Autentik dan Keterlibatan Talenta Lokal
Whisnu Baker, Eksekutif Produser Santara, menjelaskan bahwa 'Songko' lebih dari sekedar film horor dengan menyatakan, 'Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa.'
Dia menekankan perlunya keterlibatan talenta lokal untuk menghasilkan narasi yang terhubung dengan akar budaya masyarakat.
Melalui pendekatan ini, penonton diharapkan dapat merasakan koneksi emosional yang mendalam di samping ketakutan yang dihadirkan.
Resonansi di Kalangan Penonton
Sejak peluncuran materi promosi dan trailer, respons publik terhadap 'Songko' sangat positif.
Banyak komentar di media sosial mengapresiasi pendekatan unik film ini; salah satu pengguna menyatakan, 'jarang jarang nih horror daerah tapi sinematografinya cukup meyakinkan.'
Fenomena ini menunjukkan bahwa audiens Indonesia mulai menginginkan cerita yang lebih dekat dengan budaya mereka, tersaji dengan kualitas yang tinggi.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: