Tren Athleisure Office Look: Gabungan Kenyamanan dan Profesionalisme di Tempat Kerja
Athleisure office look telah menjadi tren mode yang menggabungkan kenyamanan olahraga dengan kesan profesional. Konsep ini memungkinkan individu tampil stylish sekaligus nyaman di lingkungan kerja.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Penggunaan pakaian athleisure di kantor kini semakin diterima, sejalan dengan perubahan norma dalam berpakaian untuk profesional. Fenomena ini menarik perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pekerja kantoran dan perusahaan startup.
Athleisure muncul sebagai tren dalam mode beberapa tahun terakhir, di mana pakaian yang dirancang untuk olahraga diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, perubahan ini terlihat jelas, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Banyak perusahaan kini mengizinkan karyawannya memakai busana yang lebih santai, tetap dengan penampilan yang profesional. Hal ini menjadi respons terhadap kebutuhan generasi muda yang lebih mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian.
Seiring berjalannya waktu, athleisure tidak hanya menjadi pilihan untuk aktivitas lapangan, tetapi juga merambah ke lingkungan kerja. Ini menciptakan kebijakan baru di beberapa kantor terkait dress code yang lebih fleksibel.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dalam membangun athleisure office look, penting untuk memilih pakaian yang nyaman tetapi juga memiliki kesan formal. Beberapa item yang sering dipilih adalah blazer sporty, celana jogger, dan sepatu sneakers.
Padu padan antara pakaian olahraga dan elemen profesional harus dilakukan dengan hati-hati agar tetap terlihat rapi. Misalnya, memadukan celana jogger dengan kemeja berkualitas dan blazer sederhana.
Pemilihan warna dan bahan juga menjadi faktor penentu. Pilihan warna netral atau pastel dapat menciptakan kesan yang lebih profesional, sementara bahan yang breathable memberikan kenyamanan sepanjang hari.
Dengan tren athleisure yang berkembang, etika berpakaian di tempat kerja juga mengalami transformasi. Ini menunjukkan pergeseran dalam norma-norma tradisional yang mengatur cara berpakaian di kantor.
Organisasi yang mendukung penggunaan athleisure cenderung menciptakan atmosfer kerja yang lebih santai dan inklusif. Hal ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan karyawan.
Namun, penting untuk mempertimbangkan bahwa tidak semua jenis athleisure sesuai untuk semua pekerjaan. Setiap karyawan diharapkan untuk memilih pakaian yang mencerminkan peran dan tanggung jawab mereka.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: