BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 13:55 WIB

Kue Tradisional untuk Munggahan: Menyambut Ramadan dengan Cita Rasa Lokal

Kue Tradisional untuk Munggahan: Menyambut Ramadan dengan Cita Rasa LokalKue Tradisional untuk Munggahan: Menyambut Ramadan dengan Cita Rasa Lokal

Kegiatan munggahan menjelang bulan Ramadan merupakan tradisi yang amat dihargai dalam budaya Indonesia. Salah satu cara untuk merayakannya adalah dengan menyajikan berbagai kue tradisional yang kaya rasa dan makna.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan

Kue Cubir: Cita Rasa Manis dan Gurih

Kue cubir merupakan salah satu kue tradisional yang cukup populer di Indonesia. Terbuat dari campuran tepung ketan dan santan, kue ini memiliki tekstur lembut dan kenyal yang memikat.

Pembuatan kue ini relatif sederhana; semua bahan dicampur sampai rata, kemudian dikukus selama 30 menit. Kue cubir biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut, menambah kenikmatan rasanya.

Rasa manis dan gurih dari kue cubir membuatnya menjadi favorit banyak orang saat munggahan. Selain mudah dibuat, kue ini juga dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga tanpa mengurangi kelezatannya.

Kue Putu: Simbol Kebersamaan

Kue putu dikenal dengan aromanya yang khas berkat penggunaan pandan. Dengan bentuk silinder, kue ini diisi dengan gula merah yang meleleh saat digigit, menciptakan pengalaman rasa yang unik.

Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus

Proses pembuatannya melibatkan campuran tepung beras, pandan, dan air yang dikukus dalam cetakan khusus. Setelah matang, biasanya kue putu disajikan dengan kelapa parut yang diberi sedikit garam, menambah keseimbangan rasa.

Kue putu tidak hanya sedap tetapi juga menjadi simbol kebersamaan saat bersantap dengan keluarga. Rasa manis dan legit dari gula merah membuatnya sangat cocok untuk dihidangkan pada saat munggahan, memperkuat keharmonisan dalam pertemuan keluarga.

Kue Lapis: Warna dan Rasa yang Menyatu

Kue lapis dikenal dengan penampilannya yang menarik, terdiri dari beberapa lapisan berwarna-warni. Kombinasi antara tepung beras, santan, dan pewarna alami menciptakan daya tarik visual yang khas.

Setiap lapisan kue ini harus dikukus secara terpisah agar strukturnya tidak menyatu, menghasilkan irisan yang cantik. Kue lapis biasanya disajikan di atas meja saat munggahan, menambah keindahan suasana.

Keberadaan kue lapis di meja makan tidak hanya menyajikan rasa lembut di setiap gigitan, tetapi juga membangkitkan nostalgia terhadap kue tradisional yang sering dihidangkan dalam perayaan sebelumnya.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kue Tradisional untuk Munggahan: Menyambut Ramadan dengan Cita Rasa Lokal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!