Fenomena makanan viral yang marak di media sosial telah menarik perhatian luas masyarakat Indonesia, seringkali diiringi rasa penasaran tentang harga yang seringkali terasa mahal. Banyak pihak mempertanyakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya harga tersebut, mengingat makanan ini bisa ditemukan di berbagai lokasi di tanah air.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Harga tinggi pada makanan viral tidaklah terjadi tanpa alasan. Terdapat beberapa elemen kunci yang mempengaruhi struktur harga, mulai dari kualitas bahan baku hingga pengaruh media sosial yang kuat.
Kualitas Bahan Baku
Salah satu aspek yang paling signifikan dalam penentuan harga makanan viral adalah kualitas bahan baku yang digunakan. Banyak tempat makan memilih untuk menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi, seperti produk organik dan lokal, dibandingkan dengan bahan konvensional.
Penggunaan bahan-bahan ini sering kali lebih mahal dan mencerminkan nilai yang ditawarkan kepada konsumen. Seperti yang disampaikan dalam artikel yang diterbitkan oleh Food & Beverage Journal, 'Kualitas bahan sangat mempengaruhi rasa dan dapat menjadi faktor utama dalam penetapan harga.'
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Proses Penyajian yang Unik
Makanan viral sering kali diidentifikasi dengan konsep penyajian yang unik dan menarik. Proses pembuatan yang lebih rumit, yang memerlukan teknik khusus dan alat masak yang mahal, turut berkontribusi pada harga final.
Sebagai contoh, sejumlah makanan diolah menggunakan pendekatan modern seperti molecular gastronomy, yang memerlukan keterampilan tinggi dan investasi dalam peralatan. Menurut seorang chef terkenal, 'Teknik penyajian yang inovatif menambah nilai estetika dan harga pada produk makanan.'
Efek Media Sosial
Media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap popularitas makanan tertentu, menciptakan gelombang permintaan yang tinggi. Banyak konsumen rela membayar lebih untuk merasakan pengalaman kuliner yang dapat dibagikan di platform sosial.
Dampak dari media sosial ini menyebabkan lonjakan harga pada makanan yang sedang tren. Seperti yang dinyatakan oleh pakar pemasaran, 'Makanan yang dapat menarik perhatian di media sosial cenderung memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengeluarkan lebih banyak uang.'
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: