Minggu, 25 JANUARI 2026 • 19:55 WIB

Tindak Lanjut Penyelidikan Es Kue Diduga Berbahan Spons di Jakarta Pusat

Author

Tindak Lanjut Penyelidikan Es Kue Diduga Berbahan Spons di Jakarta Pusat

Penyelidikan polisi atas es kue jadul yang diduga terbuat dari bahan spons kini memasuki tahap yang lebih mendalam. Video viral di media sosial yang menunjukkan potongan es kue tersebut menjadi pemicu penyelidikan ini.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa tim telah bergerak cepat untuk memastikan keamanan produk tersebut pasca informasi yang beredar. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa produk yang diteliti aman untuk dikonsumsi.

Awal Penyelidikan yang Terpicu Media Sosial

Penyelidikan dimulai setelah video yang menunjukkan seorang pria membakar es kue jadul viral di media sosial. Dalam video tersebut, pria tersebut mengungkapkan bahwa es kue bisa meleleh layaknya bahan spons.

Menghadapi situasi ini, AKBP Roby Heri Saputra menyatakan, "Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi." Pihak kepolisian berusaha mengamankan barang dagangan untuk diuji demi keselamatan masyarakat.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan

Hasil Pemeriksaan oleh Tim Dokpol

Tim Keamanan Pangan dari Dokpol Polda Metro Jaya telah melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap beragam sampel makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua produk, termasuk es kue, aman tanpa kandungan berbahaya, "Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas," ujar Roby.

Meski demikian, untuk menjamin ketenangan publik, Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri melakukan pengambilan sampel tambahan. Hasil resmi dari pengujian ini masih menunggu proses akhir.

Keputusan Penanganan dan Pengembalian Barang Dagangan

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, salah satu pedagang bernama Suderajat dipulangkan ke rumahnya di Kota Depok. Sebagai bentuk penghargaan, pihak kepolisian memberikan kompensasi atas barang dagangan yang diambil untuk pemeriksaan, "Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan harian, oleh karena itu kami mengganti kerugian," jelas Roby.

Polisi juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarluaskan informasi. "Isu seperti ini cepat sekali viral di media sosial, padahal belum tentu benar," tegasnya kepada masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui Call Center 110.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU