BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 21 JULI 2025 • 06:55 WIB

Menghadapi Perasaan Kurang Sukses di Era Digital

urbanstory.id – Di era digital yang terus berkembang, banyak orang mengalami tekanan akibat perbandingan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Fenomena ini muncul seiring semakin populernya media sosial yang sering menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang.

Orang-orang sering bertanya-tanya, ‘Mengapa mereka tampak lebih hebat?’ Berbagai faktor berkontribusi dalam menciptakan perasaan rendah diri ini, mulai dari media sosial hingga budaya kompetitif yang ada dalam masyarakat.

Media Sosial dan Standar Baru

Media sosial telah mengubah interaksi masyarakat. Di platform seperti Instagram dan TikTok, banyak pengguna memperlihatkan kehidupan yang tampak sempurna, menimbulkan perasaan inferior di antara pengikutnya.

Filter dan pengeditan yang digunakan seringkali menciptakan ilusi bahwa semua orang hidup dalam kebahagiaan dan kesuksesan. Akibatnya, individu merasa semakin tertekan saat membandingkan diri mereka dengan citra ideal yang dipamerkan.

Hal ini berujung pada perbandingan sosial yang tidak sehat. Kita kerap kali hanya melihat sisi glamor dari kehidupan orang lain, tanpa mengetahui perjuangan yang mereka lalui.

Budaya Kompetitif

Di Indonesia, budaya kompetitif semakin mengakar. Sejak usia dini, individu didorong untuk bersaing, baik di sekolah maupun dalam lingkungan kerja, menciptakan dorongan untuk menunjukkan prestasi.

Ketika pencapaian menjadi ukuran utama, orang-orang cenderung memamerkan hasil kerja mereka untuk meraih pengakuan. Hal ini dapat menciptakan persepsi bahwa banyak orang lebih berhasil dibandingkan kita.

Meskipun kompetisi bisa menjadi motivasi, tetapi yang berlebihan dapat memperparah rasa ketidakcukupan. Penting untuk memahami bahwa setiap perjalanan itu unik dan memiliki tantangannya masing-masing.

Persepsi dan Kesehatan Mental

Persepsi kita terhadap diri sendiri dan orang lain sangat memengaruhi perasaan yang kita alami. Saat kita merasa cemas atau rendah diri, pencapaian orang lain tampak lebih mengesankan.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan. Merasa bahwa orang lain lebih unggul adalah hal yang umum, sering kali dipicu oleh sikap merendahkan diri sendiri.

Menghadapi perasaan ini perlu dilakukan dengan mengalihkan fokus pada apa yang telah kita capai. Merayakan pencapaian kecil dapat membantu menciptakan kebiasaan positif dalam cara kita memandang diri sendiri dan orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menghadapi Perasaan Kurang Sukses di Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!