urbanstory.id – Fenomena ‘quiet quitting’ tengah menjadi sorotan di kalangan milenial, yang menggambarkan sikap memilih untuk menyelesaikan tugas minimum tanpa memberikan usaha lebih. Dalam kondisi ini, karyawan menarik diri dari ekspektasi yang tidak realistis di tempat kerja akibat tuntutan yang semakin tinggi.
Banyak yang percaya bahwa menjaga kesehatan mental lebih penting daripada terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Fenomena ini muncul sebagai dampak dari tekanan pekerjaan yang berkepanjangan dan kelelahan yang dialami oleh banyak pekerja muda.
Quiet quitting adalah istilah yang merujuk pada karyawan yang melakukan pekerjaan minimal yang diperlukan, tanpa berupaya memberikan usaha ekstra. Istilah ini mendulang popularitas di kalangan generasi milenial karena ketidakpuasan mereka terhadap situasi kerja yang ada.
Di tengah tekanan untuk selalu produktif, banyak milenial kini lebih memilih untuk menjaga kesehatan mental mereka. Mereka cenderung tidak terlibat secara berlebihan dalam pekerjaan, melainkan lebih fokus pada keseimbangan antara hidup dan pekerjaan.
Salah satu penyebab utama fenomena ini adalah burn-out yang dialami oleh banyak milenial. Situasi ini seringkali muncul akibat lingkungan kerja yang tidak mendukung serta tuntutan yang dianggap terlalu tinggi.
Di sisi lain, kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan juga berkontribusi pada munculnya tren ini. Banyak karyawan muda kini berupaya mencari cara agar dapat menikmati hidup tanpa terperangkap dalam rutinitas yang melelahkan.
Fenomena quiet quitting dapat berdampak signifikan pada produktivitas di tempat kerja. Ketika banyak karyawan memilih untuk tidak terlibat secara penuh, perusahaan berisiko mengalami penurunan kinerja.
Namun, disisi lain, ini juga bisa menjadi sinyal bagi perusahaan untuk memperbaiki lingkungan kerja mereka. Dengan memahami kebutuhan karyawan, perusahaan dapat menciptakan tempat yang lebih mendukung dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: