Peringatan Ilmuwan: Ekosistem Terumbu Karang di Ambang Kehancuran
Ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, mengingatkan bahwa tanda-tanda kiamat mulai terlihat di bawah laut dengan lonjakan suhu global yang ekstrem.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Ekosistem terumbu karang berada di ambang kehancuran, menunjukkan bahwa Bumi telah mencapai titik balik iklim.
Laporan yang disusun oleh tim peneliti menjelaskan bahwa pemanasan global bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang dihadapi umat manusia saat ini.
'Kita tidak bisa lagi membicarakan titik balik sebagai risiko masa depan. Ini adalah realitas baru kita,' ungkap Steve Smith, ilmuwan sosial dan penulis utama laporan tersebut.
Laporan ini mengidentifikasi risiko yang dapat menyebabkan sekitar 20 titik balik planet, termasuk kemungkinan runtuhnya lapisan es dan kematian massal hutan hujan Amazon.
Kerusakan ekosistem terumbu karang menjadi bukti paling nyata bahwa salah satu titik balik tersebut telah terlewati.
Dalam dua tahun terakhir, suhu laut yang meningkat telah menyebabkan pemutihan karang secara besar-besaran.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Fenomena ini terjadi ketika karang mengeluarkan alga simbiotik yang memberi warna cerah dan menjadi sumber makanan bagi mereka.
Sejak Januari 2023, dunia menghadapi peristiwa pemutihan global keempat dalam beberapa dekade terakhir, dengan lebih dari 84% ekosistem terumbu karang di seluruh dunia terdampak.
'Kita sudah sampai di titik itu. Gangguan yang terjadi semakin parah dan sering, dan masa pemulihan di antaranya kini hampir tidak ada lagi,' kata Michael Studivan, ahli ekologi karang dari University of Miami.
Ilmuwan memperingatkan bahwa meskipun upaya untuk menstabilkan suhu global di 1,5°C di atas tingkat pra-industri sesuai target Perjanjian Paris 2015, kerusakan pada terumbu karang akan terus berlanjut.
Untuk menjaga kelangsungan hidup terumbu karang, Bumi perlu didinginkan kembali ke sekitar 1°C di atas tingkat pra-industri, yang membutuhkan penyerapan karbon dioksida dari atmosfer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: