Kritik Pavel Durov Terhadap Keamanan Museum Louvre Pasca Pencurian Besar-Besaran
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, melontarkan kritik tajam terhadap sistem keamanan Museum Louvre di Paris setelah insiden pencurian yang terjadi baru-baru ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Durov bahkan mengusulkan untuk membeli kembali perhiasan yang dicuri dan menyumbangkannya ke Louvre Abu Dhabi, menandakan kegagalan sistem keamanan yang ada.
Menurut laporan kepolisian, pencurian terjadi pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2025, saat museum baru saja dibuka untuk pengunjung.
Empat pencuri menggunakan kendaraan dilengkapi lift mekanik untuk memasuki balkon Galerie d’Apollon, ruangan yang menyimpan koleksi perhiasan bernilai tinggi dari berbagai era.
Setelah memasuki ruangan, mereka mengancam penjaga dan memecahkan kaca dari dua etalase, mencuri delapan hingga sembilan artefak berharga seperti kalung, anting, dan tiara.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Durov, yang dikenal dengan pandangannya yang kontroversial mengenai privasi dan sensor digital, menilai insiden ini sebagai 'tanda menyedihkan kemerosotan sebuah negara'.
Dalam unggahannya di media sosial X, dia menyatakan, "Saya sama sekali tidak terkejut dengan perampokan di Louvre."
Durov mencatat bahwa pemerintah Prancis lebih sering alih perhatian rakyat dengan ancaman semu dibandingkan mengatasi masalah yang lebih mendasar.
Komentar Durov memicu berbagai reaksi di dunia maya, di mana banyak pengguna membela pandangannya terkait lemahnya keamanan di museum terkenal tersebut.
Salah satu pengguna menyatakan, "Bagaimana mungkin artefak tak ternilai tidak dilindungi kaca antipeluru atau mekanisme keamanan tinggi? Ini kelalaian luar biasa, bahkan tampak disengaja."
Sejumlah netizen lainnya mencatat bahwa meskipun polisi dapat menangkap Durov, mereka tidak dapat menangkap para pencuri yang beraksi siang bolong.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: