Era Baru Formula 1: Regulasi 2026 yang Mengubah Wajah Balap Mobil
Setelah berakhirnya musim 2025, Formula 1 (F1) akan memasuki era baru dengan regulasi teknis yang signifikan pada musim 2026 mendatang.
Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Perubahan ini mencakup pengurangan bobot mobil, modifikasi aerodinamika, dan transformasi penggunaan bahan bakar menjadi lebih ramah lingkungan.
Regulasi baru yang diterapkan di F1 2026 mencakup beberapa aspek penting dari desain dan spesifikasi mobil.
Dengan penurunan bobot mobil hingga 30 kilogram, bobot minimum mobil ditetapkan pada 768 kilogram, berkurang dari 798 kilogram di tahun sebelumnya.
Selain itu, panjang total mobil juga akan berkurang sebesar 10 cm, dan jarak sumbu roda akan diperkecil hingga 20 cm.
Modifikasi ini dirancang untuk meningkatkan performa dan dinamika mobil di lintasan balap.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Dengan dihapuskannya sistem Drag Reduction System (DRS), regulasi baru akan menggantinya dengan sistem aerodinamika aktif.
Hal ini memungkinkan pembalap untuk menyesuaikan sayap depan dan belakang ke mode berbeda selama balapan, yakni 'X-Mode' di lintasan lurus dan 'Z-Mode' di tikungan.
Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mobil dalam melakukan manuver, terutama saat menyalip.
F1 2026 juga melakukan pergeseran besar menuju bahan bakar berkelanjutan yang 100% ramah lingkungan.
Bahan bakar tersebut akan diperoleh dari sumber non-fosil, seperti limbah biomassa dan karbon atmosfer.
Langkah ini sejalan dengan komitmen F1 untuk mengurangi emisi karbon dengan target 'Net-Zero by 2030', menjadikan olahraga ini lebih selaras dengan tuntutan lingkungan hidup yang semakin mendesak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: