Kuil di Korea Selatan Hadirkan Pengalaman Spiritual untuk Anak-anak Tanpa Teknologi
Kuil Naksan di Yangyang, Provinsi Gangwon, Korea Selatan, baru saja meluncurkan program menginap bagi anak-anak yang berfokus pada pengalaman spiritual tanpa gangguan dari teknologi. Program ini bertujuan untuk mendorong anak-anak menjelajahi berbagai kegiatan mendalam tanpa keterikatan pada gadget.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Selama tiga hari, peserta dilarang menggunakan perangkat elektronik dan diajak terlibat dalam aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman berharga dalam meditasi, latihan olahraga, dan tradisi minum teh.
Program yang diadakan di Kuil Naksan mengajak anak-anak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari latihan olahraga musim dingin hingga meditasi yang mendalam. Upacara minum teh juga merupakan bagian penting dari pengalaman ini, memberikan mereka kesempatan untuk belajar tentang budaya dan tradisi Korea.
Sesi pertama program ini dijadwalkan dimulai pada 26 Desember, dan pendaftaran telah dibuka untuk anak-anak yang ingin berpartisipasi. Kuil yang terletak di tepi Laut Timur ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan, menambah daya tarik bagi orang tua yang ingin memberikan pengalaman berharga kepada anak-anak mereka.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Selain Kuil Naksan, Kuil Naeso di Buan, Provinsi Jeolla Utara, juga menawarkan program menarik untuk anak-anak yang ingin belajar tentang hanja. Program selama tiga malam ini meliputi delapan lokakarya, di mana peserta diajak mengikuti berbagai kegiatan seni, meditasi, dan yoga.
Kuil Beopju di Boeun, Provinsi Chungcheong Utara, menawarkan program serupa yang lebih difokuskan pada meditasi Zen. Dalam program ini, anak-anak dapat menikmati aktivitas luar ruangan, seperti seluncur salju dan perburuan harta karun, yang mengajarkan mereka tentang kerja sama dan eksplorasi.
Kuil Baekyang di Jangseong, Provinsi Jeolla Selatan, juga menjalankan program menginap selama dua hari yang dirancang khusus untuk anak-anak. Dalam program ini, kegiatan meditasi dan api unggun tidak hanya memperkenalkan mereka pada budaya tetapi juga mendorong mereka untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama peserta.
Dengan banyaknya kuil yang kini menyediakan program ini dalam bahasa Inggris, akses untuk wisatawan asing semakin terbuka luas, memberikan mereka kesempatan untuk merasakan dan belajar lebih dalam tentang kekayaan budaya Korea.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: