Aura Kasih: Memahami Kompleksitas Pelakor dan Kebutuhan Emosional Pasca Perceraian
Aura Kasih menarik perhatian masyarakat setelah muncul dalam podcast dengan Deddy Corbuzier, di mana ia membahas isu pelakor dan dinamika kehidupan pasca perceraian.
Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Dalam diskusi tersebut, ia menyampaikan pandangan mengenai dua tipe pelakor yang ada serta tantangan emosional yang dihadapinya sebagai seorang janda.
Aura Kasih menjelaskan adanya dua tipe pelakor, yang pertama adalah mereka yang mendekati pria beristri dengan motivasi materialisme.
Sedangkan tipe kedua adalah pelakor yang terlibat secara emosional dan benar-benar mencintai pria tersebut.
Dia menegaskan, "Kalau intensinya cuma duit, ya, menurut aku salah. Kalau mau ngomongin perasaan, kita gak bisa stop itu," yang menunjukkan kompleksitas emosi manusia.
Dalam pandangannya, meskipun pelakor yang terjebak perasaan dapat dipahami, tetap ada sisi moral yang perlu dipertimbangkan.
Aura juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang janda, di mana ia mengungkapkan kebutuhan akan seorang pendamping.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
"Butuh cowok tuh buat ngobrol, touching juga ya," ujarnya, menunjukkan pentingnya dukungan emosional dalam hidup seorang individu.
Pelukan, menurutnya, bisa berfungsi sebagai pelepas stres saat menghadapi masa-masa sulit.
Meskipun ia saat ini menjalani kehidupan sendiri, Aura menegaskan bahwa dia tidak ingin terpengaruh oleh penilaian orang lain.
Di tengah isu perceraian antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Aura Kasih dihadapkan pada tuduhan sebagai pelakor.
Kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, secara tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa tidak ada hubungan gelap antara Aura dan Ridwan Kamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: