BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:41 WIB

Regulasi Ketat untuk Blind Box di Singapura: Upaya Mengatasi Risiko Perjudian

Regulasi Ketat untuk Blind Box di Singapura: Upaya Mengatasi Risiko PerjudianRegulasi Ketat untuk Blind Box di Singapura: Upaya Mengatasi Risiko Perjudian

Pemerintah Singapura mengumumkan rencana untuk memberlakukan regulasi ketat terkait penjualan blind box, mengingat meningkatnya risiko kecanduan perjudian di kalangan masyarakat.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Langkah ini diambil setelah peninjauan menyeluruh oleh otoritas yang bertujuan untuk memitigasi risiko tersembunyi dalam model bisnis koleksi ini.

Dampak dan Potensi Kecanduan

Blind box adalah kotak kemasan tertutup yang berisi barang koleksi secara acak, mulai dari figur hingga aksesori. Konsep ini memungkinkan konsumen untuk membeli tanpa mengetahui isi di dalamnya, menciptakan elemen kejutan yang menarik namun juga berisiko.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan, "Kami telah mempelajari isu ini secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru untuk melindungi masyarakat dari risiko perjudian."

Regulasi yang sedang disusun bertujuan untuk mengelola risiko perjudian yang sering tersembunyi dalam bisnis barang koleksi ini. Anak-anak dan remaja merupakan target pasar utama yang berpotensi terjebak dalam praktik ini.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Pertumbuhan Pasar Blind Box

Pasar blind box mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan estimasi nilai pasar global mencapai 11,38 miliar dolar AS pada 2021 dan diprediksi meningkat menjadi 24,2 miliar dolar AS pada 2033.

Salah satu produk koleksi yang sangat terkenal adalah Labubu dari Pop Mart, yang semakin populer setelah dipromosikan oleh anggota grup K-pop Blackpink, Lisa. Hal ini menunjukkan tingginya daya tarik masyarakat terhadap produk koleksi dengan elemen kejutan.

Selain Labubu, merek-merek seperti Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels juga meraih popularitas. Barang koleksi ini ternyata tidak hanya menarik perhatian anak-anak, tetapi juga kolektor dewasa yang ingin berpartisipasi dalam fenomena ini.

Regulasi di Negara Lain dan Penyesuaian di Singapura

Dengan melihat ke negara lain seperti China, di mana penjualan blind box kepada anak-anak di bawah 8 tahun dilarang, Singapura tengah merancang regulasi serupa. Kekhawatiran akan potensi kecanduan perjudian di masyarakat menjadi perhatian utama dalam perumusan aturan ini.

Saat ini, Singapura tidak memiliki undang-undang eksplisit mengenai blind box. Namun, ada rencana untuk mengatur penjualannya melalui lisensi kelas yang dikeluarkan oleh Gambling Regulatory Authority (GRA).

Langkah ini mengikuti permintaan polisi Singapura pada tahun 2018 yang meminta operator mesin penjual hadiah misteri untuk menghentikan kegiatan mereka, mengingat bahwa praktik tersebut dianggap sebagai bentuk lotere publik yang dilarang.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Regulasi Ketat untuk Blind Box di Singapura: Upaya Mengatasi Risiko Perjudian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!