Jumat, 27 JUNI 2025 • 06:53 WIB

Prokrastinasi di Kalangan Gen Z: Menunda Tugas di Tengah Kesibukan

Author

Generated by Journalist AI

urbanstory.id – Di tengah kesibukan yang kian padat, Gen Z sering terjebak dalam kebiasaan menunda pekerjaan hingga detik-detik terakhir. Fenomena ini dikenal dengan istilah prokrastinasi, dan banyak dari mereka merasa panik saat mendekati tenggat waktu.

Meskipun menyadari dampak buruknya, anak-anak muda ini memiliki cara unik dalam menghadapi stres, di mana menunda tugas justru menjadi bagian dari rutinitas harian mereka.

Apa itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah tindakan menunda atau menangguhkan tugas hingga waktu yang lebih tepat yang sering kali tidak pernah datang. Ini banyak dijumpai di kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama di kalangan Gen Z yang aktif di media sosial.

Budaya instan dan tuntutan untuk selalu produktif membuat banyak dari mereka merasa tertekan. Mereka sering kali mengubah prioritas, fokus pada hal-hal yang kurang penting, sambil menunda tanggung jawab yang lebih mendesak.

Penelitian menunjukkan prokrastinasi tidak hanya berdampak pada kinerja akademis, tetapi juga pada kesehatan mental. Rasa cemas dan beban pikiran muncul saat deadline semakin dekat.

Mengapa Gen Z Cenderung Menunda?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebiasaan ini. Pertama, perkembangan teknologi dan distraction dari ponsel pintar berperan besar dalam mengganggu fokus mereka.

Kedua, tekanan untuk tampil sempurna dan takut gagal membuat banyak Gen Z memilih untuk menghindari tugas yang terlihat sulit. Hal ini menyebabkan mereka lebih memilih aktivitas menyenangkan untuk mengalihkan perhatian.

Ketiga, kurangnya keterampilan manajemen waktu juga menjadi penyebab. Banyak dari mereka tidak diajarkan cara yang efektif untuk mengatur waktu, sehingga mengakibatkan penundaan yang berkepanjangan.

Dampak Prokrastinasi Terhadap Kesehatan Mental

Dampak menunda pekerjaan bisa sangat merugikan, terutama bagi kesehatan mental. Rasa khawatir dan stres meningkat secara signifikan saat tenggat waktu mendekat, yang bisa memicu kecemasan atau depresi.

Kondisi ini tidak hanya merusak produktivitas, tetapi juga menciptakan siklus negatif yang sulit untuk diputus. Gen Z sering merasa terjebak dalam pola ini, di mana rasa panik dan stres menjadi pemicu untuk menyelesaikan tugas dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengenali kebiasaan ini dan mencari cara yang lebih sehat untuk mengatasi beban akademis. Mengatur waktu dengan baik dan mencari dukungan bisa menjadi langkah awal untuk meminimalisir prokrastinasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU