Senin, 20 OKTOBER 2025 • 18:56 WIB

Institut Kesenian Jakarta Pindah ke Kota Tua: Revitalisasi Budaya dan Seni

Author

Institut Kesenian Jakarta Pindah ke Kota Tua: Revitalisasi Budaya dan Seni

Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan pindah dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Kota Tua sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata, menurut keterangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Revitalisasi Kawasan Kota Tua

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rencana tersebut usai meninjau Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dalam konteks revitalisasi Kota Tua.

Menurut Pramono, kehadiran seniman dari IKJ sangat penting dalam menggairahkan kreativitas dan kegiatan seni di kawasan tersebut.

"Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini," ujarnya.

Dengan revitalisasi ini, diharapkan kawasan Kota Tua tidak hanya menjadi lokasi wisata, namun juga menjadi pusat inovasi kreatif.

Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus

Sejarah Institut Kesenian Jakarta

Sejarah IKJ tidak dapat dilepaskan dari pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) yang merupakan inisiatif Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang dikenal sebagai pelopor modernisasi ibu kota.

Pembangunan TIM pada tahun 1968 merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pusat seni yang dapat menampung ekspresi budaya.

"Dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta," demikian kutipan yang disampaikan oleh laman IKJ.

Kehadiran lembaga pendidikan ini dimaksudkan untuk mencetak generasi seniman muda dengan landasan ilmu yang kuat dan terstruktur.

Perkembangan dan Identitas Institusi

Pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 yang mengarah pada pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD) yang memayungi enam akademi seni.

Sesuai perkembangan, LPKD kemudian diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1981, sebagai upaya memenuhi standar pendidikan tinggi di Indonesia.

Kampus IKJ di TIM menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap, memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU