Fosil larva nyamuk berusia 99 juta tahun ditemukan di Kachin, Myanmar, menandai penemuan larva nyamuk tertua yang diketahui hingga saat ini.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Dinamakan Cretosabethes primaevus, larva ini menunjukkan bahwa struktur tubuh nyamuk telah mengalami sedikit perubahan selama hampir satu abad.
Asal Usul dan Penemuan Cretosabethes primaevus
Cretosabethes primaevus, larva nyamuk yang terawetkan dalam sepotong amber, merupakan penemuan penting dalam studi paleontologi.
Sebelumnya, ilmuwan hanya mengetahui 31 spesies nyamuk fosil, mayoritasnya berupa serangga dewasa, sedangkan larva seperti ini belum pernah ditemukan.
Menurut Dr. André Amaral dari Ludwig-Maximilians-Universität München, 'fosil nyamuk tertua yang kita ketahui sebelumnya berasal dari individu dewasa. Berdasarkan morfologinya yang sangat berbeda dengan nyamuk modern, mereka termasuk kelompok yang sudah punah, Burmaculicinae, dalam keluarga Culicidae.'
Penemuan ini berpotensi memberikan pandangan baru mengenai evolusi keluarga Culicidae dari era Mesozoikum.
Habitat dan Karakteristik Cretosabethes primaevus
Larva Cretosabethes primaevus diduga hidup di genangan air kecil, mirip dengan habitat larva nyamuk modern dari kelompok Sabethini.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Hal ini menunjukkan bahwa nyamuk sudah mulai mengalami diversifikasi sejak periode Jurassic.
Para peneliti menyatakan, 'Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk sudah mengalami diversifikasi sejak periode Jurassic (201–145 juta tahun lalu).'
Analisis molekuler menunjukkan bahwa kemunculan nyamuk bervariasi, namun memperkuat dugaan bahwa mereka sudah ada sejak zaman dinosaurus.
Signifikansi dan Dampak Penemuan
Fosil larva ini berasal dari tambang di Lembah Hukawng dan memiliki kesamaan yang tinggi dengan larva nyamuk modern.
Dr. Amaral menjelaskan, 'Berbeda dengan fosil nyamuk lain dari periode ini, yang memiliki ciri morfologi aneh dan tidak lagi ditemukan pada spesies masa kini, larva ini justru sangat mirip dengan nyamuk modern.'
Penemuan ini memberi bukti bahwa nyamuk telah mempertahankan bentuk tubuh yang efisien dan stabil selama jutaan tahun.
Larva nyamuk zaman dinosaurus, seperti Cretosabethes primaevus, kemungkinan besar telah berenang dan bernapas di air dengan cara yang sama seperti nyamuk yang kita temui saat ini.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat bagi Petinju untuk Mendukung Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: