Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:56 WIB

Fenomena Ilfeel: Dampak Perubahan Sosial dan Teknologi terhadap Generasi Muda

Author

Fenomena Ilfeel: Dampak Perubahan Sosial dan Teknologi terhadap Generasi Muda

Di era digital saat ini, fenomena 'ilfeel' atau kehilangan minat terhadap hal-hal sepele semakin marak, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Perubahan sosial dan perkembangan teknologi diyakini menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap sikap ini.

Perubahan Sosial dan Budaya

Salah satu faktor yang menjadi penjelasan mengapa banyak orang mudah ilfeel adalah perubahan sosial media yang terus berlangsung. Dengan informasi yang selalu terbarui, individu menjadi terbiasa dengan hal-hal baru dan cepat, sehingga menciptakan sikap kurang sabar terhadap situasi yang dianggap membosankan.

Banyaknya pilihan yang tersedia di dunia maya memperburuk kecenderungan ini. Ketika seseorang merasa jenuh dalam waktu singkat, mereka cenderung tidak ragu untuk berpindah ke alternatif lain, tanpa memberi kesempatan untuk mempertimbangkan lebih dalam.

Selain itu, perilaku yang tampil di media sosial menjadi sumber tekanan yang signifikan. Banyak pengguna merasa harus selalu menunjukkan citra positif, menambah ketidakpuasan bila berhadapan dengan hal-hal yang dianggap tidak menarik atau 'norak'.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025

Tekanan Kesehatan Mental

Dari perspektif kesehatan mental, generasi muda saat ini menghadapi tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini berkontribusi pada rendahnya toleransi terhadap situasi-situasi yang dianggap remeh.

Seorang psikolog menyatakan bahwa 'situasi ini dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki cukup energi mental' untuk menangani isu-isu yang tampaknya tidak signifikan. Semakin tinggi tingkat stres, semakin kecil kemauan untuk bersikap sabar terhadap hal-hal sepele.

Kecenderungan ini selanjutnya dapat meningkatkan sikap kritis terhadap lingkungan, yang mengakibatkan peningkatan perasaan ilfeel ketika berinteraksi dengan perilaku yang dinilai 'norak' atau tidak sesuai ekspektasi.

Dampak Teknologi pada Interaksi Sosial

Perkembangan teknologi digital secara signifikan memengaruhi interaksi sosial dan menciptakan ketidakpuasan akibat tidak adanya kebosanan. Dengan berbagai aplikasi yang menawarkan stimulasi tanpa henti, individu terbiasa dengan interaksi yang cepat dan langsung.

Ketika dihadapkan dengan situasi yang lebih lambat atau monoton, respons yang muncul cenderung adalah rasa ilfeel. Hal ini menciptakan harapan yang tinggi dalam berbagai jenis hubungan, baik di dalam konteks persahabatan maupun asmara.

Fenomena ini dapat merugikan, karena meningkatkan ketidakpuasan dalam interaksi sosial dan mengurangi ketahanan individu dalam menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan keinginan mereka.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU