Australia kini memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi remaja di bawah 16 tahun sebagai bagian dari regulasi internet yang lebih ketat.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Kebijakan ini diharapkan menjadi 'domino pertama' yang dapat memengaruhi penggunaan media sosial di seluruh dunia.
Kebijakan Regulasi Internet yang Ketat
Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, awalnya skeptis terhadap kebijakan tegas yang memblokir pengguna di bawah 16 tahun. Namun, setelah mempertimbangkan efektivitas pendekatan ini, ia mendukung regulasi yang lebih ketat.
"Kita telah mencapai titik balik," ujar Inman Grant dalam acara Sydney Dialogue, dilaporkan oleh Reuters pada 4 Desember 2025. Kebijakan baru ini diharapkan melindungi remaja dari dampak negatif media sosial yang semakin meningkat.
"Data kita adalah mata uang yang menggerakkan perusahaan-perusahaan ini," katanya saat menjelaskan tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital. Inman Grant menyoroti bahaya fitur desain di platform yang sering kali berbahaya, bahkan bagi orang dewasa.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Dampak dan Respons Publik
Lebih dari satu juta remaja di Australia memiliki akun media sosial, menunjukkan tingginya tingkat adopsi platform digital. Dengan adanya peraturan baru, platform diharuskan menghubungi pengguna di bawah umur untuk mengunduh data pribadi mereka.
Pengguna tersebut kemudian diberikan pilihan untuk menghapus akun atau membekukannya hingga mencapai usia 16 tahun. Berbagai reaksi muncul dari masyarakat; banyak orang tua menganggap kebijakan ini sebagai langkah positif bagi kesehatan mental anak mereka.
"Ini meringankan beban kami sebagai orang tua. Dampak kesehatan mentalnya sangat besar," ujar Jennifer Jennison, seorang ibu tinggal di Sydney, menanggapi kebijakan baru ini.
Pengaruh Internasional dan Tindakan Selanjutnya
Inman Grant menekankan bahwa kebijakan yang diterapkan Australia mendesak pemerintah negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mempertimbangkan langkah serupa. Dia bahkan mengklaim telah diminta untuk memberikan kesaksian mengenai cara Australia mempengaruhi kebebasan berpendapat di AS.
"Dengan mengirimkan surat kepada saya dan meminta saya hadir di depan komite, itu juga merupakan bentuk penggunaan jangkauan ekstra-teritorial," ujarnya, menunjukkan tingginya potensi dampak kebijakan tersebut secara global.
Meskipun ia belum memastikan akan memenuhi permintaan itu, Inman Grant mencatat bahwa situasi ini menyoroti dampak internasional dari regulasi yang diambil oleh Australia.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: