Kerap kali, ingatan tentang mantan pasangan muncul kembali, bahkan setelah bertahun-tahun berpisah. Hal ini sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai mengapa kita masih terjebak dalam kenangan tersebut.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan Rumah Eko Patrio di Kuningan
Berdasarkan pandangan para ahli, fenomena ini lebih dari sekadar reminiscence; terdapat faktor psikologis yang berkontribusi terhadap kesulitan melupakan hubungan yang pernah ada.
Alasan Persepsi Terhadap Mantan
Salah satu penyebab utama ingatan terhadap mantan adalah kekuatan emosional dari hubungan yang dijalani. Hubungan yang sarat dengan cinta dan kenangan positif cenderung meninggalkan jejak yang mendalam dalam pikiran kita.
Para psikolog menjelaskan bahwa otak manusia lebih cenderung menyimpan kenangan emosional secara permanen. Oleh karena itu, jika suatu hubungan sangat berkesan, kita akan lebih mungkin untuk terus mengingatnya meskipun telah berpisah.
Faktor Psikologis yang Memengaruhi Ingatan
Kita sering kali meromantisasi masa lalu, beranggapan bahwa mantan pasangan adalah yang terbaik. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh harapan dan cita-cita yang tidak terwujud dalam hubungan yang berakhir.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Selain itu, istilah 'nostalgia' dalam psikologi menjelaskan bagaimana kita kembali mengenang masa-masa yang menyenangkan. Nostalgia memberi rasa nyaman, yang kerap membuat kita ingin kembali ke momen-momen tersebut meskipun ada kepedihan yang juga menyertainya.
Kurangnya penyelesaian emosional juga menjadi faktor penting. Ketika perpisahan terjadi secara mendadak atau tanpa penjelasan yang memadai, ini menciptakan pertanyaan serta keraguan yang membuat kita terus memikirkan mantan.
Cara Menghadapi Kenangan Mantan
Praktik mindfulness terbukti sebagai salah satu cara efektif untuk mengatasi pikiran yang terus menghantui. Dengan fokus pada saat ini, kita bisa belajar menerima kenyataan bahwa kita sudah melanjutkan hidup.
Menulis jurnal juga menjadi metode yang memungkinkan kita untuk meluapkan pikiran yang mengganggu. Proses ini dapat membantu kita memproses dan memahami perasaan yang ada.
Dukungan dari teman-teman juga memiliki peran yang signifikan. Berbicara dengan orang-orang terdekat dapat memberikan perspektif baru dan membantu kita melihat perpisahan dari sudut pandang yang berbeda, sehingga mempercepat proses penyembuhan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: