Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 15:28 WIB

Kisah Xu Bo: Ambisi Besar Seorang Pengusaha dengan 300 Anak

Author

Kisah Xu Bo: Ambisi Besar Seorang Pengusaha dengan 300 Anak

Xu Bo, seorang pengusaha ternama asal China, saat ini tengah menjadi perbincangan hangat karena klaim memiliki lebih dari 300 anak di berbagai penjuru dunia.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Berita yang mencuat setelah laporan dari Wall Street Journal ini mengejutkan banyak orang, mengungkapkan bahwa Bo memiliki lebih dari 100 anak lewat jasa ibu pengganti di Amerika Serikat.

Ambisi Membangun Dinasti Keluarga

Xu Bo awalnya mengungkapkan harapannya untuk memiliki setidaknya 50 anak laki-laki yang dapat meneruskan bisnis yang dibangunnya. Pada tahun 2023, ia mengajukan permohonan ke pengadilan di Los Angeles agar diakui sebagai ayah sah dari anak-anak yang lahir lewat ibu pengganti.

Klaim terhadap anak-anak ini memicu perdebatan, terutama seiring pengakuan mantan kekasihnya, Tang Jing, yang menyatakan bahwa Xu Bo memiliki lebih dari 300 anak. Ambisi Bo untuk menciptakan dinasti keluarga terlihat jelas dalam langkah-langkah yang diambilnya.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Perselisihan Hukum dan Finansial

Tang Jing, mantan pasangan Bo, kini terlibat dalam sengketa hak asuh atas dua anak perempuan mereka, sambil menuntut pembayaran utang sebesar 300 juta yuan. Menurutnya, mulai 2012 hingga 2018, Bo telah mengirimkan dana sebanyak 819 juta yuan, namun baru 515 juta yuan yang dikembalikan.

Tang mengklaim bahwa dana yang diterimanya sebagian besar digunakan untuk mendukung kehidupan anak-anak mereka yang berjumlah 300. Ia menambahkan bahwa ketiadaan hokuo untuk anak-anak tersebut menunjukkan kelemahan sistem dalam penanganan kewarganegaraan mereka.

Reaksi Publik dan Kontroversi

Kasus Xu Bo menarik perhatian media dan publik dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial. Ia pernah menyatakan, 'Memiliki banyak anak dapat menyelesaikan semua masalah,' yang menimbulkan berbagai reaksi tentang pandangannya terhadap keluarga.

Tang Jing menunjukkan sisi sosial yang lebih peka, khawatir akan biaya dan dampak besar dari membesarkan anak-anak tanpa dokumentasi yang jelas. Kontroversi ini mencerminkan tantangan dalam memahami tanggung jawab keluarga di era modern.

Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU