Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 15:11 WIB

Inisiatif Pavel Durov: Biaya Bayi Tabung Ditanggung untuk Perempuan Muda Menggunakan Sperma Miliknya

Author

Inisiatif Pavel Durov: Biaya Bayi Tabung Ditanggung untuk Perempuan Muda Menggunakan Sperma Miliknya

Pavel Durov, pendiri Telegram, menawarkan bantuan biaya bayi tabung bagi perempuan di bawah 37 tahun yang ingin hamil dengan sperma miliknya. Ini adalah upaya signifikan untuk mengatasi kelangkaan donor sperma berkualitas di masyarakat.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Ia mengungkapkan bahwa semua anak biologisnya yang terbukti memiliki kesamaan DNA akan berhak atas bagian dari warisannya. Hal ini menunjukkan komitmen Durov untuk mendukung generasi mendatang.

Inisiatif dan Komitmen Pavel Durov

Durov diketahui memiliki kekayaan mendekati 17 miliar dollar AS. Ia mengaku telah menjadi donor sperma, dengan lebih dari 100 anak hasil donasi, di luar enam anak dari tiga pasangan.

Dalam podcast Lex Friedman, Durov menegaskan bahwa anak-anaknya yang dapat membuktikan kesamaan DNA akan berhak atas warisan. 'Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, mereka akan berhak atas bagian dari harta warisan saya,' ujarnya.

Komitmen ini menggambarkan pandangannya terhadap keluarga dan tanggung jawab yang lebih luas, memberikan akses kepada anak-anak biologis untuk masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui

Proses dan Persyaratan Donor

Dari laporan The Wall Street Journal, sperma Durov sangat diminati oleh perempuan yang ingin hamil. Puluhan perempuan mendaftar di klinik di Moskwa untuk mendapatkan sperma tersebut secara gratis.

Durov bertanggung jawab untuk menanggung biaya IVF bagi perempuan di bawah usia 37 tahun. Meskipun kini ia tidak mendonorkan sperma langsung, klinik masih menyimpan sampel dari donasi sebelumnya.

Syarat ketat diterapkan, di mana hanya perempuan yang memenuhi kriteria tertentu yang dapat mengakses sperma tersebut, menambah nilai eksklusif dari inisiatif ini.

Dampak Lingkungan dan Rencana Masa Depan

Durov juga mengaitkan penurunan jumlah sperma dan meningkatnya infertilitas pria dengan faktor lingkungan, terutama polusi plastik. Ia menyadari tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ia menyatakan kebanggaan atas kontribusinya yang telah membantu lebih dari seratus pasangan di berbagai negara untuk mendapatkan anak. 'Saya senang telah berkontribusi untuk membantu orang-orang,' ujarnya.

Durov merencanakan proyek 'open-source DNA' agar anak-anak biologisnya dapat saling menemukan. Ini sekaligus bertujuan untuk mengatasi masalah kelangkaan sperma sehat secara global.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU