Di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang pesat, kepercayaan terhadap santet tetap menunjukkan keberadaannya di kalangan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Hal ini menarik untuk diteliti, mengingat akses informasi yang kini semakin mudah dan cepat.
Tradisi dan Budaya yang Kuat
Budaya dan tradisi di Indonesia merupakan elemen penting yang membentuk identitas masyarakat. Kepercayaan terhadap santet sering kali dihubungkan dengan warisan budaya yang turun-temurun dan masih terpaut erat dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat sering menganalogikan kejadian negatif dalam hidup mereka, seperti sakit tanpa sebab yang jelas, sebagai dampak dari santet. Hal ini mencerminkan bagaimana kepercayaan ini sangat berakar dalam konteks sosial dan budaya.
Cerita-cerita yang beredar di masyarakat semakin memperkuat anggapan bahwa santet dapat memengaruhi hidup seseorang. Dengan demikian, pengertian tentang santet bukan hanya sebagai mitos, tetapi juga sebagai realitas yang diterima.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan
Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan
Lingkungan sosial menjadi faktor krusial dalam membentuk pemahaman individu mengenai santet. Di daerah-daerah di mana tradisi masih kental, kepercayaan terhadap santet cenderung lebih mudah diterima dan dianggap hal yang normal oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, tingkat pendidikan yang rendah seringkali menjadi hambatan dalam memahami aspek ilmiah yang berkaitan dengan penyakit atau situasi yang dialami. Hal ini menyebabkan imajinasi mengenai santet lebih mudah menyebar dan dipercaya.
Di kalangan masyarakat yang lebih terdidik, terdapat upaya untuk membedakan antara realitas ilmiah dan mitos, tetapi pengaruh tradisi seringkali tetap tertanam, terutama ketika individu menghadapi krisis atau situasi sulit.
Media dan Penyebaran Misinformasi
Di era digital saat ini, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi, baik yang valid maupun yang menyesatkan. Beberapa platform media sosial kerap menampilkan cerita-cerita tentang santet yang menarik perhatian masyarakat luas.
Cerita-cerita tersebut, kebanyakan, menimbulkan rasa penasaran dan ketakutan, sehingga meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk mempercayainya. Terlebih lagi, film-film dan acara televisi yang menyoroti tema mistis sering mendukung dan menyebarluaskan kepercayaan ini.
Kadang kala, pembahasan mengenai santet juga dimasukkan dalam program berita, yang semakin memperuncing garis antara narasi mitos dan realitas yang dialami masyarakat.
Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: