Jumat, 23 JANUARI 2026 • 18:40 WIB

Keberlanjutan Mitos dalam Masyarakat Modern Indonesia

Author

Keberlanjutan Mitos dalam Masyarakat Modern Indonesia

Di era modern yang terus berkembang, berbagai mitos dan larangan tetap mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Meskipun terlihat ketinggalan zaman, banyak individu yang tetap mematuhi kepercayaan ini hingga saat ini.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Larangan Berbicara di Bawah Pohon Besar

Mitos ini termasuk yang paling dikenal dalam masyarakat Indonesia. Banyak orang percaya bahwa berbicara di bawah pohon besar dapat mengundang gangguan makhluk halus dan mendatangkan nasib buruk.

Kepercayaan ini memiliki akar kuat dalam budaya yang melihat pohon besar sebagai tempat tinggal roh. Praktik ini didukung oleh berbagai tradisi regional yang melarang individu berlama-lama di sekitar pohon besar tanpa menjalankan ritual tertentu.

Walaupun pengetahuan ilmiah menjelaskan fungsi pohon dalam ekosistem, kepercayaan mistis tetap melekat dalam perilaku sehari-hari masyarakat.

Larangan untuk Memotong Kuku Malam Hari

Banyak masyarakat masih mempercayai bahwa memotong kuku di malam hari dapat mendatangkan sial. Mitos ini lebih dianggap sebagai halakau di kalangan generasi tua.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru

Larangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa kuku yang dipotong di malam hari akan membawa kesulitan di kemudian hari. Meskipun tidak ada bukti yang kuat untuk mendukung kepercayaan ini, nilai-nilai tradisional tetap terjaga.

Ini mencerminkan bagaimana budaya dan kebiasaan diwariskan dari generasi ke generasi meskipun telah memasuki era yang lebih modern.

Larangan Menginjak Garam

Di Indonesia, terdapat kepercayaan bahwa menginjak garam adalah pertanda buruk yang harus dihindari. Banyak individu menganggap pelanggaran ini akan mengakibatkan masalah dalam hidup.

Asal penjabarannya berkaitan dengan budaya yang mengaitkan garam dengan kemurnian dan keberuntungan. Oleh karena itu, tindakan menginjak garam dianggap mengganggu kesucian.

Meskipun zaman semakin maju dan banyak orang yang melihat mitos ini sebagai cerita lama, realitasnya adalah pemerintahan terhadap kebiasaan tersebut masih berlangsung di antara masyarakat.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU