Gisella Anastasia, akrab disapa Gisel, memberikan pandangan kritis terhadap fenomena love bombing dan love scamming berdasarkan pengalaman pribadinya dalam berhubungan. Ia menekankan pentingnya logika dan mendengarkan intuisi saat memilih pasangan untuk menghindari masalah dalam hubungan.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Dalam pernyataannya di acara Metropole XXI, Gisel membagikan pengalamannya yang menyakitkan dari hubungan yang ditandai dengan perhatian berlebihan, yang ia anggap perlu diwaspadai oleh banyak orang.
Pengalaman Pribadi Gisel dengan Love Bombing
Di acara Metropole XXI, Gisel menyatakan bahwa film tentang love scamming terasa lebih ekstrem dibandingkan dengan pengalaman pribadinya. "Belum pernah mengalami love scamming yang seteratur dan separah di film ini tuh belum ya," ungkapnya.
Meski demikian, Gisel mengakui pernah terjebak dalam hubungan yang penuh perhatian berlebihan. Ia menekankan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati di masa depan.
Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Peran Logika dalam Menghadapi Love Bombing
Gisel menjelaskan bahwa logika sangat berperan dalam menolongnya keluar dari situasi love bombing. "Cara lepas dari love bombing waktu itu, untungnya aku lumayan logis sih," jelasnya.
Ia menyatakan bahwa tidak banyak perempuan yang dapat berpikir logis saat menghadapi situasi tersebut, dan ia merasa beruntung memiliki pemahaman yang baik dari pengalaman hidupnya.
Pesan Penting untuk Banyak Orang
Gisel menekankan bahwa hubungan tidak dapat dijalani hanya dengan perasaan semata. "Jadi semestinya gua gak main perasaan doang," ujarnya.
Ia juga memberikan pesan yang jelas bagi para yang sedang menjalin hubungan, yaitu pentingnya mendengarkan intuisi. "Kalau udah feeling gak bagus tentang hubungan itu, mending cabut aja. Keluar dari lingkaran itu," tutupnya.
Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: