Kekayaan misterius Jeffrey Epstein kembali mencuri perhatian pasca kontroversi yang melibatkan namanya. Dari jalur pendidikan yang sederhana, Epstein bertransformasi menjadi seorang miliarder di dunia keuangan melalui cara-cara yang sering dipertanyakan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan
Karir Awal dan Penemuan Dunia Keuangan
Jeffrey Epstein, yang memulai karirnya sebagai seorang guru matematika dan fisika, berasal dari latar belakang keluarga kelas pekerja di Coney Island, New York. Kesempatan berharga datang padanya saat ia berhasil menembus dunia investasi di bank Bear Stearns pada tahun 1970-an.
Selama bekerja di Bear Stearns, Epstein membangun jaringan yang memungkinkan dia untuk mengakses lingkungan keuangan elit. Pada tahun 1980, ia diangkat menjadi mitra terbatas, suatu langkah penting dalam perjalanan karirnya.
Meskipun keluar dari Bear Stearns pada tahun 1985, nama Epstein tetap dipertahankan di kalangan bisnis. Charles Gasparino, seorang koresponden senior, menggarisbawahi sifat enigmatic Epstein, menyebutnya sebagai 'sosok yang sulit ditelusuri dan seperti teka-teki bagi banyak orang di Wall Street.'
Hubungan dengan Tokoh-Tokoh Besar dan Praktik Keuangan
Sepanjang karirnya, Epstein menjalin hubungan strategis dengan tokoh penting, termasuk Les Wexner, pendiri Victoria's Secret. Sejak tahun 1980-an, ia bertindak sebagai penasihat keuangan pribadi Wexner, meraih kepercayaan dan mengendalikan aset besar.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Namun, hubungan ini tidak tanpa kontroversi. Epstein terlibat dalam pengelolaan dan penyalahgunaan dana milik Wexner, yang akhirnya memicu perpecahan antara mereka.
Laporan menunjukkan bahwa Epstein diduga mengambil ratusan juta dolar dari Wexner, termasuk menjual aset dengan nilai jauh di bawah harga pasar, menambah keraguan mengenai sumber kekayaannya.
Kekayaan dan Penyelidikan yang Berlanjut
Setelah penangkapannya pada Juli 2019 dan kematiannya di penjara pada Agustus 2019, penyelidikan terkait kekayaan Epstein terus berlanjut. Ia meninggalkan aset senilai 577 juta dolar AS dalam dokumen wasiatnya, termasuk tunai dan properti di berbagai lokasi.
Namun, biaya hukum dan penyelesaian yang tinggi berpotensi menggerus nilai warisannya. Investigasi oleh The New York Times memperlihatkan bahwa ia bukan hanya seorang jenius keuangan tetapi juga manipulatif, mengandalkan langkah-langkah ilegal untuk memperbesar kekayaannya.
Masyarakat dan pihak berwenang terus berusaha mengungkap jejak keuangan Epstein dan praktik-praktik yang digunakannya untuk menumpuk kekayaan. Pertanyaan tentang moralitas dan legalitas langkah-langkah yang diambilnya semakin mengemuka di publik.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: