Rossa, penyanyi ternama Indonesia, telah mengambil langkah hukum untuk menangani isu penyebaran fitnah yang merusak reputasinya di media sosial. Tindakan tegas ini dipicu oleh beredarnya konten manipulatif yang memanfaatkan foto dan video pribadinya tanpa izin.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Kuasa hukum Rossa, Ikhsan Tuleka, menyampaikan bahwa tindakan hukum tersebut bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan platform digital. Hal ini mencerminkan kebutuhan untuk menanggapi konten-konten yang merugikan secara serius.
Pemberantasan Konten Manipulatif
Rossa berkolaborasi dengan tim hukum untuk menginvestigasi akun-akun yang terlibat dalam penyebaran konten hoaks. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ikhsan Tuleka menjelaskan bahwa konten-konten tersebut telah melewati batas yang wajar.
Ikhsan menyatakan, "Ini ya, ini contoh, jadi teman-teman media ini contoh ya konten-konten itu. Mereka mengambil gambar, foto, video dari T.O.C, lagu atau musik, dijahit dengan fitnah untuk menaikkan engagement." Tindakan ini tidak hanya merugikan Rossa, namun juga menunjukkan ketidakbertanggungjawaban pelaku.
Dia menegaskan bahwa tindakan hukum ini merupakan upaya edukatif bagi masyarakat agar paham tentang dampak buruk dari informasi yang tidak benar. "Kami pertegas bahwa meskipun pengguna media sosial meningkat, hal itu tidak berbanding lurus dengan kecerdasan masyarakat dalam menggunakan media," tambahnya.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Tuntutan Moral dan Hukum
Dalam tindakannya, pihak Rossa menuntut permohonan maaf dari akun-akun yang sebelumnya menyebarkan hoaks tersebut. Natalia Rusli, anggota tim kuasa hukum, menjelaskan bahwa meskipun konten telah dihapus, tanggung jawab moral tetap harus dipenuhi.
"Meminta maaf, karena walaupun sudah men-take down, kami sudah men-screenshot semuanya, bukti-buktinya sudah ada di tangan kami," ungkap Natalia. Hal ini menunjukkan pentingnya pertanggungjawaban atas publikasi yang merugikan.
Natalia menekankan, "Tapi itu sudah menghancurkan harkat, martabat, reputasi seorang diva seperti itu." Dengan adanya bukti yang kuat, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak akurat.
Langkah Selanjutnya jika Somasi Diabaikan
Jika somasi yang diajukan tidak mendapatkan respons yang memuaskan, pihak Rossa telah menyiapkan langkah hukum lebih lanjut. Natalia menjelaskan bahwa mereka akan melaporkan individu-individu tersebut kepada pihak kepolisian.
"Jadi semua apabila tidak bisa bekerja sama dengan baik dan menerima masukan dan somasi dari kami, maka kami akan proses hukum selanjutnya." Hal ini menunjukkan keseriusan Rossa dan timnya dalam menegakkan hak mereka.
Meskipun proses hukum dapat berlangsung lama, ada komitmen yang kuat dari tim hukum Rossa untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memenuhi efek jera serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tanggung jawab dalam penyebaran informasi.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: